BANTEN, POLIKATA.COM – Aroma ketegangan menyelimuti persiapan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Semen Padang FC, klub kebanggaan masyarakat Ranah Minang, kini berdiri di tepi jurang. Nasib si “Kabau Sirah” akan ditentukan dalam laga tandang krusial melawan Dewa United di Banten, Sabtu (3/5/2026).
Bagi Semen Padang, ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan “Laga Hidup Mati”. Kekalahan di markas Dewa United bisa menjadi lonceng kematian yang mengirim mereka turun kasta ke Liga 2, terutama jika para rival di zona merah berhasil menyapu bersih poin penuh.
Pelatih Imran Nahumarury kini memikul beban berat; ia dituntut meracik strategi ajaib demi membawa pulang tiga poin harga mati guna menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski terpaut jauh di papan klasemen, tuan rumah Dewa United enggan memandang sebelah mata. Pelatih kawakan asal Belanda, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa tidak ada istilah lawan mudah di fase krusial kompetisi ini.
“Tidak ada pertandingan yang mudah melawan Semen Padang,” ujar Riekerink tegas dalam sesi konferensi pers, Jumat (1/5/2026).
Demi menjaga kebugaran skuat di tengah jadwal yang mencekik, skuat Tangsel Warriors dipastikan akan melakukan rotasi.
Kabar buruk bagi tuan rumah, gelandang andalan mereka, Ricky Kambuaya, harus absen akibat akumulasi kartu. Namun, kembalinya Damian ke lini pertahanan diharapkan mampu menambal celah tersebut.
Misi Berbeda: Selamat dari Degradasi vs Menembus 4 Besar
Dewa United mengusung misi yang tak kalah mentereng. Meski secara matematis peluang juara sudah tertutup oleh dominasi Persib Bandung, Riekerink memasang target realistis namun ambisius: menembus zona empat besar.
“Ambisi kami tentu menjadi juara, tapi realitasnya Persib sudah jauh di depan. Target kami sekarang adalah posisi 4 besar. Kami hanya tertinggal dua poin dari Malut United,” imbuh Riekerink.
Baginya, bertarung memperebutkan posisi puncak adalah sebuah tugas moral bagi klub untuk terus bersaing dengan tim-tim elit lainnya. Akankah semangat pantang menyerah Kabau Sirah mampu meredam ambisi besar Tangsel Warriors? Ataukah Banten akan menjadi saksi bisu runtuhnya kejayaan Semen Padang di kasta tertinggi? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau esok hari. (red)











