SOLO, POLIKATA.COM— Harapan Semen Padang FC untuk bangkit dari jurang degradasi kembali menemui jalan buntu. Dalam laga “final” papan bawah pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026, tim berjuluk Kabau Sirah dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026).
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan hantaman mental yang sangat berat bagi anak-anak asuh Semen Padang di tengah perjuangan mereka bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Semen Padang sebenarnya tampil cukup disiplin di awal laga. Namun, keasyikan menyerang membuat lini tengah mereka lengah. Menit ke-36, gelandang Persis, Miroslav Maricic, melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola melengkung tajam dan gagal dihalau Rendy Oscario, membuat skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Kabau Sirah mencoba tampil lebih agresif. Keberuntungan sempat berpihak pada mereka di menit ke-70. Sebuah kemelut di depan gawang Persis berujung pada kesalahan komunikasi antara kiper Muhammad Riyandi dan Sutanto Tan. Bola sapuan Riyandi justru membentur Sutanto dan masuk ke gawang sendiri. Skor imbang 1-1 sempat menghidupkan asa tim tamu.
Sayangnya, euforia tersebut hanya bertahan delapan menit. Akibat kelengahan di sektor bek sayap, Dimitri berhasil mengirim umpan silang yang disambar dengan dingin oleh Dejan Tumbas di menit ke-78. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Kekalahan ini semakin menempatkan Semen Padang dalam posisi yang sangat kritis. Dengan hanya mengoleksi 20 poin dari 27 pertandingan, Semen Padang kini terpaku di peringkat ke-17. Jarak poin dengan tim di zona aman (peringkat 15) semakin melebar. Kabau Sirah tertinggal empat poin dari zona aman.
Dengan hanya menyisakan 7 pertandingan, posisi Semen Padang sangat kritis. Untuk mencapai ambisi aman di angka 36 poin (seperti musim sebelumnya), Semen Padang wajib memenangkan setidaknya lima dari sisa tujuh laga.
Usai laga, suasana ruang ganti Semen Padang dikabarkan cukup lesu. Manajemen dituntut segera melakukan evaluasi radikal mengingat kompetisi hanya menyisakan 7 pekan lagi. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam dua laga ke depan, peluang Kabau Sirah untuk tetap berada di BRI Super League musim depan dipastikan akan sirna.
Bagi Persis Solo, kemenangan ini adalah kemenangan emas yang membawa mereka naik ke peringkat 15 dan keluar dari zona degradasi untuk sementara waktu. (red)












