PADANG, POLIKATA.COM – Awan mendung kian tebal menyelimuti Stadion Haji Agus Salim. Kekalahan tipis 0-1 dari Madura United pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, Rabu (29/4/2026) sore, menjadi tamparan keras yang kian menyudutkan Semen Padang FC di zona merah klasemen.
Gol semata wayang bomber Madura United, Jose Brandao Goncalves Junior, di babak pertama sudah cukup untuk membungkam pendukung tuan rumah. Hasil minor ini memaksa tim berjuluk Kabau Sirah tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan 20 poin. Margin angka yang kian lebar dengan tim di zona aman membuat ancaman kembali ke Liga 2 kini terpampang nyata di depan mata.
Menanggapi situasi krusial ini, Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tidak menampik bahwa timnya sedang berada di titik nadir.
“Secara matematis, peluang kita untuk terdegradasi memang ada dan cukup besar. Kami tidak bisa membohongi fakta di papan klasemen,” ujar Imran dalam sesi konferensi pers usai laga.
Meski demikian, eks penggawa Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa menyerah bukanlah pilihan bagi skuadnya. Di sisa laga kompetisi yang semakin sedikit, Imran menjanjikan perlawanan habis-habisan hingga peluit akhir musim dibunyikan.
“Namun, saya tekankan kepada seluruh pemain bahwa kompetisi belum berakhir. Selama peluit akhir pekan ke-34 belum ditiup, kami tidak akan menyerah. Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk menjaga martabat sepak bola Padang di kasta tertinggi,” tegasnya dengan nada optimistis.
Kini, publik sepak bola Sumatera Barat menanti keajaiban dari tangan dingin Imran. Apakah Kabau Sirah mampu melesat keluar dari jeratan degradasi, atau justru harus rela turun kasta musim depan? Empat laga sisa akan menjadi partai hidup mati yang menentukan nasib klub kebanggaan Urang Awak ini. (red)











