BeritaDaerahPayakumbuh

Waspada El Nino Godzilla 2026: Pemko Payakumbuh Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

×

Waspada El Nino Godzilla 2026: Pemko Payakumbuh Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
ANCAMAN EL NINO- Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor: 17/ED/WK.PYK/2026 sebagai basis strategi tempur menghadapi kekeringan ekstrem. Istilah "Godzilla" disematkan karena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik diperkirakan melonjak hingga 3 derajat Celsius di atas normal—sebuah kondisi anomali yang mampu memicu kemarau panjang dan suhu panas yang membakar.

PAYAKUMBUH, POLIKATA.COM – Kota Payakumbuh mulai membunyikan alarm kewaspadaan tinggi. Bukan tanpa alasan, fenomena iklim raksasa yang dijuluki “El Nino Godzilla” diprediksi bakal menghantam Indonesia, termasuk wilayah Sumatera Barat, pada periode April hingga Oktober 2026 mendatang.

Menyikapi ancaman ini, Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor: 17/ED/WK.PYK/2026 sebagai basis strategi tempur menghadapi kekeringan ekstrem. Istilah “Godzilla” disematkan karena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik diperkirakan melonjak hingga 3 derajat Celsius di atas normal—sebuah kondisi anomali yang mampu memicu kemarau panjang dan suhu panas yang membakar.

“Kita tidak boleh menunggu dampak itu datang dan melumpuhkan kita. Mitigasi harus dimulai dari detik ini,” tegas Zulmaeta dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi nasional, musim kemarau di Sumatera Barat diprediksi mulai menyapa pada Juni dan mencapai titik didih puncaknya pada Agustus 2026. Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh kini bergerak cepat melakukan audit besar-besaran terhadap infrastruktur air.

Baca Juga  Tablig Akbar PGRI Payakumbuh: Wawako Elzadaswarman Tekankan Peran Strategis Guru Bangun Bangsa

“Kuncinya adalah cadangan air. Saya sudah instruksikan instansi teknis untuk melakukan normalisasi embung dan audit saluran irigasi secara menyeluruh agar distribusi air tetap terjaga saat debit menyusut nanti,” tambah Zulmaeta.

Di sektor pertanian, para petani diminta melakukan manuver cepat dengan mempercepat jadwal tanam dan beralih ke varietas genjah (cepat panen). Dukungan pompanisasi juga disiapkan untuk menyelamatkan fase kritis tanaman.

Tak hanya urusan perut, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pemko mewaspadai ledakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan polusi, serta ancaman dehidrasi ekstrem. Masyarakat diimbau untuk menjaga sanitasi dan beralih mengonsumsi pangan lokal non-beras sebagai bagian dari ketahanan pangan mandiri.

Baca Juga  19 SPPG Beroperasi di Kota Payakumbuh: Cegah Keracunan, Standar Keamanan Pangan Harus Diawasi

Larangan Keras Membakar Lahan

Pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras bagi sektor swasta maupun perorangan: Dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Larangan ini mencakup hal kecil seperti pembakaran sampah hingga pembuangan puntung rokok sembarangan yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah suhu panas menyengat.

Zulmaeta menginstruksikan seluruh jajaran OPD, camat, hingga lurah untuk mengaktifkan posko siaga bencana selama 24 jam.

“Ini adalah kerja kolosal. Jika seluruh pemangku kepentingan disiplin dan bergerak bersama, kita bisa menekan dampak El Nino ekstrem ini semaksimal mungkin,” pungkasnya. (red)