BEKASI, POLIKATA.COM – Upaya penanganan pasca-kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur terus dikebut. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi total korban terdampak mencapai 98 orang, dengan fokus utama saat ini adalah percepatan evakuasi medis dan identifikasi.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa angka korban meninggal dunia meningkat menjadi 14 orang. Sementara itu, 84 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan intensif.”Proses penanganan masih berlangsung di lapangan. Kami terus bergerak cepat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” ujar Anne dalam keterangan resminya.
Sembilan Rumah Sakit Dikerahkan
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penanganan korban dilakukan secara tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi guna mempercepat tindakan medis. Sembilan rumah sakit telah disiagakan, di antaranya RSUD Bekas, RS Bella Bekas, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur & Barat.
Adapun bagi 14 korban yang dinyatakan meninggal dunia, saat ini telah berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis.
Sebagai bentuk tanggung jawab penuh, KAI memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka maupun biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia akan ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan pihak KAI.
Untuk membantu keluarga penumpang yang mencari kepastian informasi, KAI telah mengaktifkan dua jalur komunikasi utama. Dimana, Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi telah didirikan langsung di Stasiun Bekasi Timur.
Selain itu, pihak keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121 untuk pembaruan data korban secara berkala.
Di sisi lain, imbas dari kecelakaan ini, sedikitnya 13 perjalanan kereta api jarak jauh terpaksa dibatalkan. KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau kanal informasi resmi guna mendapatkan perkembangan terbaru terkait jadwal perjalanan dan proses penanganan kecelakaan ini. (red)











