PADANG PANJANG, POLIKATA.COM – Harapan baru bagi warga terdampak bencana di Kota Padang Panjang mulai menampakkan wujudnya. Pada Kamis (30/4/2026), Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan rumah contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri di Kelurahan Silaing Bawah.
Bukan sekadar pembangunan fisik, Huntap ini mengusung inovasi teknologi Sepablock hasil kolaborasi dengan PT Semen Padang. Teknologi ini dipilih karena efisiensinya yang tinggi serta ketahanan konstruksi yang mumpuni, menjadikannya standar baru rumah ramah kantong namun tetap kokoh.
“Rumah tipe 36 ini dianggarkan sekitar Rp60 juta per unit. Fokus utama kita adalah hunian yang layak, aman, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rustian di sela-sela kegiatan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak main-main dalam urusan pemulihan. Ia menyatakan kesiapan lahan sudah tuntas, bahkan telah mencadangkan 20 titik lokasi tambahan untuk pengembangan Huntap selanjutnya.
“Alhamdulillah, lahan sudah siap. Kami ingin Padang Panjang tidak hanya sekadar pulih secara fisik, tapi juga tangguh secara sosial dan ekonomi. Masyarakat harus punya tempat tinggal yang layak untuk bisa bangkit kembali,” tegas Hendri Arnis di depan unsur Forkopimda dan perwakilan instansi terkait.
Inisiatif “Huntap Mandiri” ini menarik perhatian karena melibatkan masyarakat secara aktif. Warga tidak lagi hanya menjadi penonton atau penerima manfaat pasif, melainkan dilibatkan langsung dalam proses pembangunannya.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat rasa kepemilikan dan pemulihan psikologis bagi para penyintas bencana.
Selain meresmikan rumah contoh, rombongan BNPB dan Pemko juga meninjau langsung progres perbaikan jalan longsor di kawasan Lingkar Selatan, Padang Panjang Timur, guna memastikan aksesibilitas kota kembali normal dalam waktu dekat.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Silaing Bawah kini menjadi simbol dimulainya babak baru Padang Panjang: sebuah kota yang belajar dari bencana untuk membangun masa depan yang lebih kokoh. (red)











