BeritaBukittinggiDaerahHeadline

Jago Merah Mengamuk Saat Azan Shalat Jumat, 4 Rumah di Bukik Apit Bukittinggi Ludes Jadi Arang

×

Jago Merah Mengamuk Saat Azan Shalat Jumat, 4 Rumah di Bukik Apit Bukittinggi Ludes Jadi Arang

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN API- Petugas Damkar Kota Bukittinggi berusaha memadamkan api yang membakar sejumlah rumah Kelurahan Bukik Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, pada Jumat (1/5/2026) siang.

BUKITTINGGI, POLIKATA.COM – Masyarakat di Kelurahan Bukik Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, mendadak gempar pada Jumat (1/5/2026) siang. Kebakaran hebat dilaporkan melanda kawasan padat penduduk tepat saat waktu shalat Jumat tiba.

Sedikitnya empat petak rumah semi permanen yang didominasi material kayu hangus tak bersisa akibat amukan si jago merah. Api yang merambat dengan cepat membuat warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat dari masyarakat sekitar pukul 12.16 WIB.

Baca Juga  Siang Bolong, Rumah di Bukik Lantik Seberang Palinggam Hangus Terbakar

“Laporan kami terima melalui sambungan telepon ke Mako DPKP. Segera setelah instruksi pimpinan keluar, personel langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dan lokalisir api,” ujar Joni Feri kepada awak media.

Banyaknya material kayu pada konstruksi bangunan membuat api dengan mudah membesar dan menjalar. Puluhan personel Damkar dibantu warga berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.

“Petugas Damkar melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,” pungkasnya.

Baca Juga  Hari Kedua Penertiban Selasar Pasar Raya Padang Barat, Masih Ada Pedagang Jualan di Badan Jalan

Belum diketahui pasti penyebab munculnya api serta total kerugian materiil yang diderita para korban. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut. (red)