JAKARTA, POLIKATA.COM – Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi pusat perhatian nasional pada Jumat (1/5/2026) saat ratusan ribu buruh dari berbagai sektor memadati area tersebut untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah massa menjadi momentum bersejarah, menandai pertama kalinya seorang Kepala Negara hadir langsung dalam perayaan besar buruh di lokasi tersebut.
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 WIB dengan menaiki kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad. Mengenakan kemeja safari khasnya, ia menyapa massa melalui sunroof kendaraan sambil menjabat tangan para buruh yang antusias menyambutnya.
Suasana semakin cair saat grup band Tipe-X tampil membawakan lagu “Kamu Ngga Sendirian”, di mana Presiden sempat ikut berjoget di atas panggung. Di akhir acara, Prabowo melakukan aksi spontan dengan melepas baju safari dan melemparkannya ke kerumunan massa sebagai simbol kedekatannya dengan kaum pekerja.
Tiga “Kado” Kebijakan untuk Buruh
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup kelas pekerja melalui beberapa langkah strategis.
“Saudara-saudara sekalian, saya sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh. Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh, yang diancam PHK kita akan membela dan kita akan melindungi,” ujar Prabowo.
Langkah itu disebut sebagai respons pemerintah terhadap dinamika ekonomi global yang berpotensi berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Prabowo bahkan memastikan, negara tidak akan tinggal diam jika perusahaan tak lagi mampu bertahan.
“Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat, negara kita akan mengambil alih, negara kita akan membela rakyat Indonesia, jangan khawatir,” kata dia.
Di tengah situasi global yang ia gambarkan sedang dilanda krisis, Prabowo menilai posisi Indonesia relatif stabil. Ia menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi utama yang membuat kondisi dalam negeri tetap terjaga.
Ia juga menyinggung sektor energi yang dinilai menuju kemandirian. Pemerintah, menurutnya, tengah mengarah pada target swasembada energi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“BBM kita masih aman, berapa tahun lagi, tidak lama lagi, kita akan swasembada BBM, swasembada energi,” tutur Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membuka ruang terhadap aspirasi serikat pekerja. Ia mengaku menerima berbagai masukan dari para pimpinan buruh yang dinilai relevan untuk diperjuangkan ke depan.
“Tadi saya diberi banyak saran dan sebagian besar saran oleh pimpinan-pimpinan anda, itu masuk akal, dan itu akan kita perjuangkan,” pungkasnya.
1. Peluncuran Satgas PHK
Presiden resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK dan Kesejahteraan Buruh melalui Keppres No. 10 Tahun 2026. Satgas ini bertugas memitigasi dampak pemutusan hubungan kerja dan memastikan perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak dinamika ekonomi.
2. Program 1 Juta Rumah
Pemerintah menjanjikan pembangunan 1 juta unit rumah dan rumah susun khusus buruh di kawasan strategis dekat area industri. Hunian ini akan dilengkapi fasilitas terintegrasi seperti daycare, layanan kesehatan, dan sarana transportasi.
3. Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional
Pembentukan wadah strategis baru untuk memperkuat dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Peringatan May Day kali ini dinilai lebih kondusif dan kolaboratif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mencerminkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan elemen buruh di tahun 2026. (red)











