BeritaHeadlinePadang

Tragedi Berdarah di Warkop Pulau Karam: Jari Gadis 22 Tahun Tergilas Mesin, Satu Nyaris Putus

×

Tragedi Berdarah di Warkop Pulau Karam: Jari Gadis 22 Tahun Tergilas Mesin, Satu Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI DI IGD M DJAMIL- Petugas Damkar Kota Padang bersama tim medis RSUP M Djamil Padang berusaha mengeluarkan tangan korban yang masuk ke dalam mesin giling saat bekerja di kedai kopi, di kawasan Pulau Karam, Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (2/5/2026) malam.

PADANG, POLIKATA.COM – Suasana tenang di sebuah kedai kopi di Jalan Pulau Karam, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu (2/5/2026) malam. Seorang karyawan dilaporkan mengalami kecelakaan kerja tragis setelah tiga jari tangan kanannya masuk dan terjepit ke dalam mesin giling.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Damkar, Rinaldi mengatakan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB ini memicu aksi penyelamatan dramatis yang melibatkan tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dan tenaga medis RSUP dr. M. Djamil.

Berdasarkan keterangan di lapangan, insiden bermula saat korban sedang mengoperasikan mesin giling yang biasa digunakan untuk keperluan warung. Namun, di tengah pekerjaan, korban mengaku tiba-tiba merasa pusing hebat yang membuatnya kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, tangan kanan korban terseret masuk ke dalam lubang penggilingan yang tengah berputar.

Baca Juga  Pasar Malam Imlek 2577, Panggung bagi UMKM dan Pedagang Lokal Raup Untung

Rekan kerja korban yang melihat kejadian tersebut langsung mematikan aliran listrik, namun jari korban sudah terlanjur terjepit jauh di dalam komponen besi mesin.

Tim Damkar Kota Padang yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pertolongan pertama. Namun, karena konstruksi mesin yang kokoh dan risiko pendarahan hebat, petugas memutuskan untuk membawa korban ke IGD RSUP dr. M. Djamil Padang dalam kondisi tangan masih tertancap pada bongkahan mesin.

“Kondisi korban sudah melemah dan terus merintih kesakitan. Fokus kami adalah menyelamatkan jari tersebut tanpa menimbulkan luka tambahan yang lebih parah,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi.

Baca Juga  Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Huntap Korban Banjir Bandang Pauh Padang yang Dibangun Kadin

Di bawah lampu operasi IGD, kolaborasi antara petugas Damkar dan dokter spesialis berlangsung menegangkan. Menggunakan peralatan pemotong kecil (gerinda mini) dan cairan pelumas, petugas Damkar hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk membelah sisa komponen mesin yang menjepit jari korban.

Meski berhasil dievakuasi, dilaporkan bahwa tiga jari korban mengalami luka robek yang sangat serius dan nyaris putus akibat tekanan mesin giling.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan observasi medis untuk menentukan langkah rekonstruksi jaringan jari yang rusak.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku usaha akan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja, terutama saat mengoperasikan mesin-mesin berbahaya dalam kondisi kesehatan yang tidak fit. (red)