PADANG PANJANG, POLIKATA.COM — Aroma rempah dan rendang semerbak memenuhi area parkir Pasar Pusat Padang Panjang, Kamis (20/8/2026). Delapan kelurahan di Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) turut memeriahkan Gebyar Dasawisma dengan beradu keterampilan mengolah rendang.
Lomba memasak rendang tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu cita rasa. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi kader Dasawisma untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus melestarikan kuliner tradisional Minangkabau.
Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, hadir sebagai narasumber sekaligus ikut melakukan penilaian terhadap hasil masakan para peserta.
Sejak perlombaan dimulai, para kader dari masing-masing kelurahan tampak sibuk mempersiapkan bahan, meracik bumbu, hingga mengolah rendang dengan resep dan teknik andalan mereka. Kekompakan tim terlihat dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga penyajian.
Ny. Maria mengatakan, rendang tidak hanya merupakan kuliner khas Minangkabau yang dikenal luas, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, lomba memasak yang melibatkan kader Dasawisma memiliki nilai penting karena memadukan pemberdayaan keluarga dengan upaya pelestarian budaya.
“Lomba memasak rendang ini bukan semata-mata mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga tradisi, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kebersamaan antarkader Dasawisma,” ujarnya.
Dalam proses penilaian, para peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya cita rasa, tekstur, aroma, tampilan, kebersihan, serta kreativitas dalam mengolah dan menyajikan rendang.
Ny. Maria juga mengapresiasi antusiasme kader dari delapan kelurahan yang mengikuti perlombaan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi keluarga.
“Semangat ibu-ibu hari ini luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga memberikan manfaat dan keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Gebyar Dasawisma PPB diharapkan terus menjadi wadah untuk memperkuat peran Dasawisma dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Selain itu, kegiatan yang dikemas dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kebersamaan antarkader dari berbagai kelurahan.
Bagi para peserta, mengolah rendang bukan sekadar aktivitas memasak. Di balik proses tersebut terdapat ketelitian, pengetahuan, kerja sama, kreativitas, serta nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kota Padang Panjang, Ny. Sri Wahyuni, Camat PPB Romi Ar Rahman beserta istri, para lurah beserta istri, serta kader Dasawisma.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta, Gebyar Dasawisma PPB tidak hanya menghadirkan aroma rendang di kawasan Pasar Pusat, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan pelestarian budaya di tengah masyarakat. (*)












