PADANGPARIAMAN, POLIKATA.COM— Deru ombak Pantai Tiram, Kabupaten Padangpariaman, menjadi saksi dimulainya babak baru olahraga surfing di daerah itu. Sebanyak 67 peselancar ambil bagian dalam Padangpariaman Surfing Championship 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Padangpariaman.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi dibuka di Pantai Tiram, kemarin. Selain menjadi ajang adu kemampuan para peselancar, kegiatan ini juga diarahkan untuk menggali potensi wisata bahari dan olahraga ombak di sepanjang pesisir Padangpariaman.
Kabupaten Padangpariaman memiliki garis pantai sekitar 60 kilometer. Bentangan pesisir tersebut dinilai menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata pantai sekaligus lokasi olahraga surfing.
Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis menyambut baik pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi ini menjadi langkah awal untuk mendorong perkembangan olahraga surfing sekaligus mengangkat potensi daerah.
“Ini merupakan langkah awal yang kita lakukan untuk memajukan Kabupaten Padangpariaman melalui olahraga ombak,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menyebutkan, peserta kejuaraan tidak hanya berasal dari Kabupaten Padangpariaman, tetapi juga datang dari luar daerah. Keikutsertaan peselancar dari berbagai daerah tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap potensi ombak di kawasan pesisir Padangpariaman.
John Kenedy berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga semangat kompetisi.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas selama mengikuti kejuaraan,” katanya.
Ombak Tak Kalah dari Daerah Lain
Pembina Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Padangpariaman, Didit Supriadi, mengatakan potensi ombak di daerah tersebut tidak kalah dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, potensi alam tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya untuk melahirkan atlet-atlet surfing berprestasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Ombak di Kabupaten Padangpariaman tidak kalah baik dengan kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik,” kata Didit.
Ia berharap kejuaraan yang digelar di Pantai Tiram dapat menjadi momentum untuk semakin mengenalkan olahraga surfing kepada masyarakat sekaligus membuka ruang pembinaan atlet lokal.
Dukungan juga datang dari Ketua PSOI Sumatera Barat, Hary Algamar. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga surfing.
Menurut Hary, dukungan dan fasilitasi pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendorong tumbuhnya olahraga surfing di Padangpariaman.
Padangpariaman Surfing Championship 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Pantai Tiram dan kawasan pesisir Padangpariaman kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan garis pantai sekitar 60 kilometer, Padangpariaman memiliki ruang pengembangan wisata bahari yang cukup luas. Perpaduan antara potensi ombak, pembinaan atlet dan promosi destinasi diharapkan dapat membuat kawasan pesisir semakin dikenal sebagai salah satu lokasi olahraga surfing di Sumatera Barat.
Pembukaan kejuaraan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Padangpariaman Hendra Aswara, sejumlah kepala OPD, camat, wali nagari, niniak mamak, serta tokoh masyarakat setempat. (*)








