BeritaAgamDaerah

Khatam Al-Qur’an di Surau Ka’bah: Bukti Sinergi Perantau Malaysia dan Warga Agam

×

Khatam Al-Qur’an di Surau Ka’bah: Bukti Sinergi Perantau Malaysia dan Warga Agam

Sebarkan artikel ini
KHATAM AL QURAN- Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM, Dt Tan Batuah, menghadiri kegiatan Khatam Al-Qur’an Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia dan One Day One Juz Surau Ka’bah yang digelar di Surau Ka’bah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti 22 peserta dari Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia dan 65 peserta dari kelompok mengaji One Day One Juz Surau Ka’bah.

AGAM, POLIKATA.COM- Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM, Dt Tan Batuah, menghadiri kegiatan Khatam Al-Qur’an Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia dan One Day One Juz Surau Ka’bah yang digelar di Surau Ka’bah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti sebanyak 22 peserta dari Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia dan 65 peserta dari kelompok mengaji One Day One Juz Surau Ka’bah.

Dalam sambutannya, Bupati Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Bidik Wajib Pajak Pengguna Air Permukaan di Agam

Menurutnya, kegiatan khatam Al-Qur’an bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Khatam Al-Qur’an merupakan bukti kesungguhan dalam mempelajari kalam Allah. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi generasi muda dan masyarakat untuk terus mendalami Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi keberadaan Majelis Bundo Kanduang Panampuang Malaysia yang terus menjaga hubungan dengan kampung halaman melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pramuka Payakumbuh Salurkan 70 Paket Sembako

Menurutnya, kolaborasi antara perantau dan masyarakat kampung sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan pendidikan agama dan pelestarian nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. (red)