PADANG, POLIKATA.COM— Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar lomba Polisi Cilik (Pocil) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Transmart Padang, Rabu (16/9/2026), tersebut diikuti pelajar sekolah dasar dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Para peserta beradu kemampuan dalam baris-berbaris dengan mengedepankan kekompakan, kedisiplinan, ketepatan gerakan dan kerja sama tim.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, lomba Pocil tidak semata-mata ditujukan untuk mencari peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal disiplin serta pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas sejak usia dini.
“Semua peserta Polisi Cilik akan berkumpul di Transmart Padang untuk melakukan pertandingan,” ujar Reza.
Menurutnya, pembinaan tertib berlalu lintas perlu dimulai sejak anak-anak berada di bangku sekolah. Pemahaman tersebut diharapkan membentuk kebiasaan positif, terutama dalam menaati aturan, menjaga keselamatan diri dan menghormati pengguna jalan lainnya.
Sebelum mengikuti perlombaan, para anggota Pocil dari sejumlah wilayah di Sumatera Barat telah menjalani latihan secara intensif. Latihan tersebut mencakup kemampuan baris-berbaris, keseragaman gerakan, kekompakan, kedisiplinan hingga pembentukan sikap bertanggung jawab.
Reza menyebutkan, program Pocil merupakan salah satu upaya kepolisian dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menanamkan budaya tertib berlalu lintas.
“Anak-anak kita berikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri, serta menghargai pengguna jalan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan sebelumnya, lomba Polisi Cilik yang digelar Ditlantas Polda Sumbar melibatkan perwakilan dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Keterlibatan pelajar dari berbagai daerah tersebut, kata Reza, tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman dalam membangun kekompakan, kerja sama dan kedisiplinan dalam kelompok.
Edukasi keselamatan lalu lintas, lanjutnya, menjadi penting karena anak-anak merupakan calon pengguna jalan pada masa mendatang. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan perlu dibangun sejak dini.
“Pemahaman mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas harus kita tanamkan sejak sekarang. Diharapkan ketika mereka dewasa nanti, mereka mampu menjadi pelopor keselamatan lalu lintas yang baik di jalan raya,” tuturnya.
Selain keterampilan baris-berbaris, kegiatan Pocil juga menjadi wadah pembelajaran mengenai tanggung jawab dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan selama mengikuti perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Reza berharap seluruh rangkaian kegiatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 memberikan manfaat positif bagi para pelajar serta memperkuat kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir generasi yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tandas Reza. (*)






