PADANG, POLIKATA.COM— Semangat warga Kota Padang dalam membenahi dan mempercantik lingkungan kembali diuji. Sebanyak 326 Rukun Tetangga (RT) dari 11 kecamatan kini memasuki tahap keempat penilaian Padang Rancak Award (PRA) 2026 sesi kedua.
Penilaian lapangan tersebut dimulai Rabu (16/9) dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 20 September 2026. Pada tahapan ini, dewan juri turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus menilai berbagai inovasi yang dilakukan masyarakat di masing-masing RT.
Dewan juri dibagi menjadi empat kelompok untuk menyambangi satu per satu RT yang dinyatakan lolos dari penyaringan tahap ketiga. Sebanyak 326 RT tersebut merupakan bagian dari 3.245 RT se-Kota Padang yang sebelumnya telah didata oleh mahasiswa Unes-AAI.
Memasuki hari pertama penilaian, sejumlah RT yang sebelumnya tidak mengikuti PRA justru tampil dengan berbagai pembenahan dan inovasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi tim juri.
“Paling membuat kami kaget, RT yang sebelumnya tidak ikut, kini justru tampil dengan wajah RT yang menarik dan mencuri perhatian juri,” ungkap anggota dewan juri, Murni.
Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pembenahan lingkungan permukiman. Sejumlah kawasan RT tampak lebih asri, dengan drainase yang bersih dari sedimen. Pagar dan bangunan warga juga dipercantik melalui pengecatan dengan beragam warna sehingga memberikan kesan lebih tertata.
Anggota dewan juri lainnya, Andri Rusta, mengatakan meningkatnya partisipasi warga menunjukkan adanya kesadaran yang terus tumbuh untuk menjaga dan menata lingkungan.
Menurutnya, motivasi masyarakat juga muncul setelah melihat keberhasilan RT lain yang meraih juara pada penyelenggaraan PRA sebelumnya.
“Nampaknya kesadaran warga untuk menata lingkungan sudah terus tumbuh, bahkan motivasi mereka terlecut setelah melihat RT sebelahnya menjadi juara di PRA sebelumnya. Ini tentu menarik bagi kami para juri,” ujar Andri.
Tak Sekadar Kebersihan
Padang Rancak Award 2026 tidak hanya berfokus pada kebersihan, keindahan fisik, dan penataan lingkungan. Penilaian juga mencakup aspek edukasi lingkungan hidup, terutama sejauh mana masyarakat aktif melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Aspek tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penilaian karena pengelolaan sampah dari sumbernya dinilai berkaitan langsung dengan upaya menciptakan lingkungan permukiman yang bersih dan berkelanjutan.
Selain itu, sinergi kepemimpinan di tingkat akar rumput juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Pengurus RT dan RW dituntut berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan di tingkat kewilayahan, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan penghargaan khusus bagi pengurus RW yang dinilai aktif mengajak RT di wilayahnya untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan lingkungan.
Setelah penilaian tahap keempat selesai pada 20 September 2026, dewan juri akan merumuskan hasil akhir berdasarkan seluruh rangkaian penilaian.
Pemenang Padang Rancak Award 2026 dijadwalkan diumumkan pada 1 Oktober 2026. Para pemenang nantinya akan mendapatkan apresiasi dan hadiah dari Pemerintah Kota Padang.
Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bahwa pembenahan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dari tingkat paling dasar. (*)












