AROSUKA, POLIKATA.COM— Proses pemulihan pascabanjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus dilakukan secara gotong royong. Tidak hanya menyasar jalan dan fasilitas pemerintahan, pembersihan juga dilakukan di rumah ibadah yang terdampak material bencana.
Personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sumatera Barat turun langsung membersihkan kawasan Masjid Jami’ Al-Ikhlas Arrahman, Arosuka, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kompol Dasrinal, S.H., M.H.
Personel bersama masyarakat dan unsur terkait membersihkan sisa-sisa material banjir bandang yang memenuhi lingkungan masjid. Lumpur, sampah, pasir, serta material lainnya yang terbawa arus dibersihkan agar kawasan rumah ibadah tersebut kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kehadiran personel Satbrimob menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak bencana di Arosuka.
Galodo menerjang kawasan Arosuka dan sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026) malam. Material berupa lumpur, batu, kayu dan pasir terbawa arus hingga menutup sejumlah ruas jalan serta merusak fasilitas pemerintahan dan permukiman warga. Akses Solok-Padang di kawasan Arosuka bahkan sempat terputus akibat tertutup material bencana.
Per 24 September, BPBD Kabupaten Solok melaporkan dampak bencana tersebut telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, empat orang mengalami luka-luka dan 474 warga harus mengungsi.
Dari pendataan sementara, sebanyak 87 rumah terdampak, terdiri atas 52 rumah rusak ringan, 16 rumah rusak sedang dan 19 rumah rusak berat. Satu rumah ibadah serta 10 kantor dinas juga dilaporkan terdampak. Pendataan masih dilakukan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan akibat bencana.
Di tengah proses penanganan tersebut, pembersihan Masjid Jami’ Al-Ikhlas Arrahman menjadi salah satu langkah penting untuk mengembalikan fungsi fasilitas ibadah bagi masyarakat.
Kompol Dasrinal bersama personel Satbrimob terlihat bergotong royong membersihkan bagian lingkungan masjid yang dipenuhi material pascabanjir. Kegiatan dilakukan dengan mengedepankan kerja sama antara aparat, masyarakat dan unsur terkait.
Pembersihan tidak sekadar mengangkat lumpur dan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan aktivitas masyarakat setelah kawasan tersebut diterjang galodo.
Dengan lingkungan yang kembali bersih dan aman, masyarakat diharapkan dapat kembali menggunakan masjid untuk melaksanakan ibadah dengan nyaman.
Langkah Satbrimob Polda Sumbar tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada tahap evakuasi dan pencarian korban. Pemulihan fasilitas sosial serta pemulihan aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam fase pascabencana.
Sebelumnya, berbagai unsur juga telah bergerak membantu penanganan galodo Arosuka. BNPB pada Kamis (24/9/2026) menyatakan siap memenuhi kebutuhan Pemkab Solok dalam penanganan dampak bencana. Pemerintah daerah bersama BNPB dan unsur terkait terus melakukan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pencarian korban, serta pendataan kerusakan sebagai dasar pemulihan.
Pembersihan Masjid Jami’ Al-Ikhlas Arrahman menjadi gambaran bagaimana pemulihan pascabencana dilakukan secara bersama-sama. Aparat dan masyarakat bahu-membahu mengembalikan fasilitas yang terdampak agar kehidupan warga Arosuka dapat berangsur normal kembali. (*)












