BeritaPadangSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas Perkuat Nasionalisme dan Karakter Generasi Muda Sumbar

×

Gubernur Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas Perkuat Nasionalisme dan Karakter Generasi Muda Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas Perkuat Nasionalisme dan Karakter Generasi Muda Sumbar
KUNJUNGAN IKA LEMHANNAS- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro beserta jajaran di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (21/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam pendidikan kebangsaan, nasionalisme, dan pembentukan karakter generasi muda. (FOTO: Dok. Humas Pemprov Sumbar)

PADANG, POLIKATA.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat sinergi dengan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia untuk menanamkan wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan karakter kepemimpinan kepada generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., Ph.D., IPU., beserta jajaran di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (21/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menyambut baik kunjungan jajaran IKA Lemhannas. Menurutnya, organisasi alumni Lemhannas memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan kebangsaan dan membangun karakter generasi muda.

Mahyeldi menilai hubungan Purnomo Yusgiantoro dengan Sumbar juga cukup erat, terutama dalam konteks sejarah perjuangan dan nilai-nilai bela negara yang berkembang di daerah tersebut.

“Memang beliau ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Sumatera Barat. Termasuk juga Hari Bela Negara, yang jatuh pada tanggal 19 Desember,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebut salah satu keterkaitan tersebut adalah Monumen Bela Negara di Kabupaten Lima Puluh Kota. Peletakan batu pertama monumen tersebut dilakukan oleh Purnomo Yusgiantoro.

Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar tengah menyiapkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bela Negara yang dijadwalkan berlangsung mulai 19 Desember hingga 15 Januari. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.

Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Dengan tahu dan paham tentang sejarah, mudah-mudahan generasi muda bisa lebih menghargai apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan para pejuang kita,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, Sumbar memiliki posisi penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Selain melahirkan sejumlah tokoh nasional, daerah ini juga memiliki catatan penting dalam mempertahankan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga  Pemkab Tanah Datar Rakor dengan Pemprov Sumbar, Bupati Berharap  Dukungan untuk Perbaikan Jalan Provinsi

Salah satu peristiwa penting tersebut adalah perjuangan melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II.

“Ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan, Jakarta dikuasai, masyarakat Sumatera Barat menjawab bahwa Indonesia masih ada. Yaitu dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, perjalanan PDRI selama 207 hari menjadi bukti kegigihan para pejuang dalam mempertahankan pemerintahan dan kedaulatan Indonesia. Perjuangan tersebut berlangsung secara bergerilya di sejumlah wilayah Sumbar hingga Riau.

Karena itu, Pemprov Sumbar terus mendorong agar sejarah perjuangan tersebut tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus.

Salah satu upayanya dilakukan dengan memperkuat pembelajaran sejarah di sekolah serta mendorong pemanfaatan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari destinasi pembelajaran bagi peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menilai pendidikan Lemhannas memberikan pembekalan penting bagi pemimpin, terutama dalam menghadapi kompleksitas tugas pemerintahan.

Ia berbagi pengalaman ketika mengikuti pendidikan Lemhannas pada 2012, saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang.

Menurut Mahyeldi, pendidikan Lemhannas tidak hanya memberikan pembelajaran secara teoritis, tetapi juga memperkaya peserta melalui diskusi, penulisan, presentasi, serta dialog dengan berbagai narasumber.

“Memang sangat perlu hal seperti itu, karena kepala daerah berasal dari profesi dan latar belakang yang sangat berbeda. Mereka perlu pembekalan sebelum bertugas,” katanya.

Selain menggandeng IKA Lemhannas, Mahyeldi juga mendorong keterlibatan alumni Paskibraka dalam membangun semangat kebangsaan di kalangan pelajar.

Baca Juga  Digitalisasi Retribusi Pantai Carocok: Pariwisata Pessel Lebih Tertata, Transparan dan Nyaman Bagi Wisatawan

Para alumni Paskibraka diharapkan dapat berkontribusi langsung ke sekolah-sekolah untuk membina siswa, meningkatkan semangat nasionalisme, serta memperkuat kecintaan terhadap NKRI.

Mahyeldi juga menyambut baik rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IKA Lemhannas Provinsi Sumbar. Ia berharap forum tersebut menghasilkan program konkret yang dapat memperkuat kolaborasi antara IKA Lemhannas dan Pemprov Sumbar, khususnya dalam bidang pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, serta penguatan karakter generasi muda.

IKA Lemhannas Siap Perkuat Kolaborasi

Sementara itu, Ketua Umum IKA Lemhannas RI Purnomo Yusgiantoro menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemprov Sumbar.

Ia menjelaskan, kunjungannya bersama jajaran DPP IKA Lemhannas RI ke Sumbar merupakan bagian dari agenda menghadiri Rakerda IKA Lemhannas Provinsi Sumbar.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu sungguh-sungguh. Kami merasa terhormat dapat hadir di tempat ini,” ungkap Purnomo.

Purnomo berharap komunikasi dan hubungan antara IKA Lemhannas dan Pemprov Sumbar dapat terus diperkuat. Ia juga meminta dukungan Gubernur agar IKA Lemhannas Sumbar semakin berkembang dan mampu menjadi penghubung efektif antara organisasi alumni di daerah dengan IKA Lemhannas di tingkat pusat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bunda PAUD Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, Ketua IKA Lemhannas Provinsi Sumbar Prof. Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, sejumlah kepala OPD Provinsi Sumbar, serta jajaran DPP IKA Lemhannas RI.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga melahirkan program nyata untuk memastikan nilai sejarah perjuangan, bela negara, nasionalisme, dan kepemimpinan terus hidup di tengah generasi muda Sumatera Barat. (*)