BeritaDaerahTanah Datar

Gebrakan Inklusi Tanah Datar: Sekolah Reguler Wajib Tampung ABK Tanpa Diskriminasi!

×

Gebrakan Inklusi Tanah Datar: Sekolah Reguler Wajib Tampung ABK Tanpa Diskriminasi!

Sebarkan artikel ini
Pimpin Rapat Strategis, Bunda Literasi Lise Eka Putra Perkuat Sekolah Inklusi di Tanah Datar
RAPAT STRATEGIS- Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, memimpin rapat terbatas bersama jajaran akademisi UIN Mahmud Yunus dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Indo Jalito Batusangkar, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut membahas sinergi penguatan dan pemerataan layanan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di tingkat sekolah dasar. (FOTO: Dok.Diskominfo Tanah Datar)

TANAH DATAR, POLIKATA.COM — Upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Tanah Datar memasuki babak baru. Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap penguatan sistem pendidikan inklusi di seluruh sekolah dasar di wilayah tersebut.

Komitmen kuat ini ditegaskan dalam rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan jajaran akademisi UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Gedung Indo Jalito Batusangkar, Senin (10/8/2026).

Pertemuan strategis tersebut menjadi momentum krusial untuk menghapus diskriminasi dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah serta setara bagi semua anak.Menghapus Sekat Diskriminasi Sekolah

Dalam arahannya, Lise Eka Putra menekankan pentingnya keterbukaan sistem pendidikan reguler dalam menerima keberagaman kondisi fisik maupun psikologis anak didik.

“Pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang terbuka. Anak berkebutuhan khusus dan anak tanpa kebutuhan khusus harus dapat belajar bersama dalam satu kelas reguler di sekolah terdekat,” ujar Lise di hadapan peserta rapat, Senin (10/8/2026).

Baca Juga  Komitmen Lingkungan Sehat, SMP Semen Padang Terima Penghargaan UKS/M dari Fadly Amran

Ia menambahkan, sekolah dasar bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan garda terdepan untuk menumbuhkan sikap toleransi dan empati sejak usia dini. Melalui kolaborasi ini, Pemkab Tanah Datar membidik target besar: pemerataan layanan inklusi yang mampu mengakomodasi kebutuhan spesifik setiap murid.

Guru Dibekali Kemampuan Deteksi Dini

Tantangan terbesar sekolah reguler dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi biasanya terletak pada kesiapan tenaga pendidik.

Menjawab persoalan tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar turun tangan memberikan program psikoedukasi dan pelatihan khusus bagi guru kelas fase A.Dani Yoselisa, M.Psi., Psikolog, selaku Dosen Psikologi UIN Mahmud Yunus menjelaskan, seluruh sekolah dasar pada prinsipnya sudah memiliki kewajiban regulasi untuk menerima ABK. Namun, implementasi di lapangan masih harus disesuaikan dengan kapasitas dan fasilitas penunjang sekolah.

“Program pelatihan ini dirancang agar guru-guru kita memiliki kemampuan identifikasi awal. Begitu ada anak dengan hambatan khusus, guru bisa langsung memberikan penanganan dan pendampingan yang tepat, bukan malah mengabaikannya,” jelas Dani.

Baca Juga  Warga Padang Sakit Parah dan Tak Mampu? Hubungi 119, Dokter Langsung Datang!

Pendampingan Berkelanjutan

Di sisi lain, perwakilan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Fadriati, M.Ag., memastikan bahwa intervensi terhadap para guru tidak hanya berhenti pada tahapan teori identifikasi.

Guru yang terlibat akan dipandu secara berkala dalam menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi.Metode ini mewajibkan guru untuk memodifikasi proses dan materi ajar, disesuaikan dengan ritme belajar serta karakteristik unik masing-masing anak.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bunda Literasi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati, M.Pd. Melalui sinergi lintas instansi ini, Tanah Datar optimis dapat membangun ekosistem pendidikan yang memanusiakan manusia, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi terbaik mereka. (*)