BeritaDaerahHeadlineLima Puluh Kota

Badai Mengamuk di Limapuluh Kota: Puluhan Rumah Rusak di Dua Nagari, Seorang IRT Terluka

×

Badai Mengamuk di Limapuluh Kota: Puluhan Rumah Rusak di Dua Nagari, Seorang IRT Terluka

Sebarkan artikel ini
SIAGA PASCA-BADAI: Sejumlah petugas gabungan dari BPBD Limapuluh Kota, Damkar, TNI-Polri, bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan puing-puing atap seng dan pohon tumbang yang merusak rumah warga di Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (19/8/2026). Angin kencang yang terjadi mendadak menjelang Magrib pada Selasa (18/8/2026) malam, menyebabkan sedikitnya 20 rumah rusak parah dan satu warga terluka. (FOTO: Istimewa)

LIMAPULUH KOTA, POLIKATA.COM— Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang mengamuk di dua nagari pada Selasa (18/8/2026) menjelang Magrib. Akibat peristiwa mendadak tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dilaporkan terluka akibat terkena material seng.

Informasi yang dihimpun, dua wilayah terdampak paling parah adalah Nagari Gurun di Kecamatan Harau dan Nagari Tanjuang Haro di Kecamatan Luak. Sapuan angin kencang tidak hanya menerbangkan atap-atap rumah warga, melainkan juga menumbangkan sejumlah pohon di sekitar pemukiman.

Saksi mata di lokasi kejadian, Syafri Agusta, warga Jorong Lubuak Jantan, Nagari Gurun, menceritakan mencekamnya situasi saat badai datang. Menurutnya, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba di tengah guyuran hujan lebat.

“Kejadiannya menjelang Magrib dan sangat mendadak. Saat itu hujan deras sekali lalu datang angin kencang. Warga yang sedang berada di dalam rumah terkejut karena angin langsung merusak bagian atas rumah,” ungkap Syafri mengenang peristiwa traumatis tersebut.

Bencana ini juga memakan satu korban luka. Seorang IRT terpaksa dilarikan ke pusat layanan kesehatan setelah kaki kirinya robek terkena runtuhan atap seng saat berupaya menyelamatkan diri keluar dari rumahnya yang mulai runtuh.

Baca Juga  Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Beri Peringatan Keras Soal Uang Pelicin Proyek PUPR

20 Rumah Rusak di Nagari Gurun

Walinagari Gurun, Irman, membenarkan warganya menjadi korban terdampak paling banyak dalam peristiwa ini. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, puluhan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi.

“Data awal yang kami himpun, ada 20 unit rumah warga yang mengalami kerusakan di Nagari Gurun. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang diterbangkan angin. Untuk sementara waktu, warga yang rumahnya rusak terpaksa menumpang di rumah kerabat atau tetangga terdekat,” kata Irman.

Pasca-bencana, aksi tanggap cepat langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), personel TNI, Polri, serta Pemerintah Nagari. Bersama masyarakat secara swadaya, mereka langsung turun ke lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bergerak cepat merespons musibah ini. Asisten 1 Setdakab Limapuluh Kota, Alfian, langsung meninjau kondisi pemukiman warga yang hancur di Nagari Gurun pada Selasa (18/8/2026) malam.

“Benar, ada dua nagari yang terdampak cuaca ekstrem ini, yaitu Nagari Tanjuang Haro dan Nagari Gurun. Kami sangat mengapresiasi kesigapan semua unsur—mulai dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, hingga masyarakat—yang langsung bahu-bahu melakukan evakuasi mandiri sejak sore,” ujar Alfian di sela-sela kunjungannya.

Baca Juga  Wawako Payakumbuh Lepas Danposau Piobang yang Promosi ke Lanud Sutan Sjahrir

Mantan Kadis Damkar dan Penyelamatan Limapuluh Kota tersebut memastikan bahwa pemkab tengah mengupayakan bantuan tercepat. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Satu warga yang terluka sudah dievakuasi untuk pengobatan medis. Langkah selanjutnya, kita akan segera melakukan kajian cepat (assessment) guna menentukan apakah dampak bencana ini memerlukan penetapan status tanggap darurat atau cukup penanganan reguler,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, melalui Sekretaris BPBD M. Farid Wajidi, menegaskan bahwa proses pendataan menyeluruh masih terus berjalan.

“Data yang masuk saat ini masih bersifat sementara dan dinamis. Tim di lapangan, termasuk Kabid Kedaruratan dan Logistik Ririanto Eko Putra serta Kasi KD Didik Purwanto, masih terus menyisir lokasi untuk memastikan validasi data kerusakan. Kami akan terus memperbarui perkembangan informasi ini secara berkala kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” pungkas Farid.  (*)