PADANG, POLIKATA.COM— Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menjamin kualitas hewan kurban di wilayahnya. Melalui Dinas Pertanian, Pemko Padang resmi memulai rangkaian sosialisasi pemilihan hewan ternak yang sehat dan syar’i kepada pengurus rumah ibadah.
Agenda besar ini menyasar 140 panitia kurban yang tersebar di lima kecamatan kunci, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Pauh, dan Lubuk Kilangan. Tujuannya jelas: mengedukasi panitia masjid dan mushalla agar tidak salah pilih saat membeli hewan kurban.
“Mulai pekan ini, kami sudah turun langsung ke masjid dan mushalla untuk memberikan edukasi mengenai aspek kesehatan hewan kurban,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, Rabu (29/4/2026).
Tak berhenti pada sosialisasi, aksi nyata akan berlanjut ke lapangan. Mulai 4 Mei 2026, Dinas Pertanian akan menerjunkan Tim Kesehatan Hewan—yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner—untuk menyisir 64 titik kandang penampungan di seluruh Kota Padang.
Tim ini akan melakukan inspeksi mendalam untuk memastikan hewan yang dijual bebas dari penyakit dan memenuhi syarat teknis kurban. Pemetaan wilayah pun telah dilakukan untuk memantau titik-titik penjualan lama maupun munculnya pedagang musiman baru.
Sebagai panduan bagi masyarakat, Yoice menekankan pentingnya memeriksa tanda khusus pada hewan. Hewan yang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan akan diberikan atribut resmi.
“Hewan yang sehat dan layak akan kami beri Label Warna Putih yang dilengkapi logo Pemko Padang. Jika sudah ada label itu, artinya hewan tersebut terjamin kesehatannya untuk disembelih pada Idul Adha nanti,” pungkas Yoice.
Dengan langkah proaktif ini, warga Kota Padang diharapkan dapat beribadah dengan tenang dan mendapatkan daging kurban yang higienis serta berkualitas. (red)











