PADANG, POLIKATA.COM- STIE KBP Padang menghadirkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat dalam kuliah umum Program Magister Manajemen untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan ekonomi daerah dan tantangan dunia profesional. Kegiatan yang berlangsung di Aula AKPB STIE “KBP” Padang, Selasa (6/10/2026), itu menghadirkan Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, sebagai narasumber.
Kuliah umum bertema Perkembangan Ekonomi Sumatera Barat tersebut menjadi langkah STIE KBP Padang dalam mendekatkan dunia akademik dengan otoritas moneter. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga kesempatan mendalami dinamika ekonomi langsung dari lembaga yang berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional dan daerah.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua STIE “KBP” Padang, Lidya Martha, SE, MM, yang mewakili Ketua STIE KBP Padang. Kehadiran BI Sumbar diharapkan memperkaya perspektif akademik sekaligus membantu mahasiswa memahami tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah, dunia usaha, sektor keuangan, dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Mohamad Abdul Majid Ikram mengulas perkembangan ekonomi Sumatera Barat beserta dinamika yang memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan daerah. Pemahaman terhadap kondisi ekonomi, menurut perspektif kebijakan yang disampaikan dalam forum tersebut, menjadi bekal penting dalam membaca peluang, mengantisipasi tantangan, dan mengambil keputusan secara tepat.
Perkembangan digitalisasi ekonomi juga menjadi bagian penting dalam memahami perubahan aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pemanfaatan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS, uang elektronik, dan BI-FAST, menunjukkan semakin besarnya peran teknologi dalam mendukung transaksi ekonomi.
Perubahan tersebut menuntut sumber daya manusia yang adaptif. Profesional tidak cukup hanya menguasai bidang pekerjaan masing-masing, tetapi juga perlu memahami perkembangan ekonomi, mengikuti perubahan teknologi, dan mampu melihat peluang di tengah dinamika lingkungan usaha.
Bagi STIE KBP Padang, menghadirkan BI Sumbar merupakan bagian dari upaya membangun pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan nyata. Mahasiswa Program Magister Manajemen berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari aparatur sipil negara, perbankan hingga berbagai bidang profesional.
Keragaman pengalaman itu menjadi modal untuk memperkaya diskusi dan menghubungkan teori manajemen dengan persoalan yang dihadapi di lapangan.
Kepala Program Studi Magister Manajemen STIE KBP Padang, Dr. Sumiati, SE, MM, turut memperkuat arah pembelajaran tersebut. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Laynita Sari, SE, MM, Ak, CA, dosen Magister Manajemen STIE KBP Padang, yang menjembatani pembahasan kebijakan ekonomi dengan perspektif manajemen dan dunia profesional.
Kuliah umum ini diikuti sekitar 120 peserta. Forum tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga ruang pertukaran pandangan antara narasumber dan mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja dari berbagai sektor.
Melalui kegiatan ini, STIE KBP Padang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman akademik yang lebih kontekstual dengan melibatkan lembaga strategis seperti Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kemampuan analisis, dan memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Sinergi perguruan tinggi dengan otoritas moneter menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Sumatera Barat. Dengan pemahaman ekonomi yang lebih luas dan kemampuan manajerial yang kuat, lulusan diharapkan mampu berkontribusi lebih besar bagi organisasi tempat mereka bekerja maupun pembangunan ekonomi daerah. (*)
















