Andre Rosiade Soroti Risiko Eksplorasi Migas, Minta Investasi Pertamina Tepat Sasaran

Editor:

redaksi

Penulis: redaksi
Andre Rosiade Soroti Risiko Eksplorasi Migas, Minta Investasi Pertamina Tepat Sasaran
KUNJUNGAN KERJA- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau kegiatan operasional Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) di perairan utara Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026).

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Follow

JABAR, POLIKATA.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menekankan pentingnya perhitungan matang dan prinsip kehati-hatian dalam investasi eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, tingginya risiko eksplorasi menuntut Pertamina memastikan setiap keputusan investasi didasarkan pada kalkulasi yang cermat dan berorientasi pada hasil optimal.

Hal itu disampaikan Andre saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau kegiatan operasional Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) di perairan utara Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Andre menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mencari cadangan migas baru. Ia menjelaskan, tidak semua sumur yang dibor dalam kegiatan eksplorasi menghasilkan produksi sesuai harapan. Karena itu, perusahaan harus mampu memperhitungkan risiko sekaligus memastikan potensi keuntungan dapat menopang biaya investasi.

Andre mencontohkan penjelasan Pertamina bahwa dari 10 sumur yang dieksplorasi, hanya dua sumur yang menghasilkan produksi. Meski tingkat keberhasilannya tidak tinggi, hasil dari dua sumur produktif tersebut disebut mampu menutup seluruh biaya eksplorasi yang dikeluarkan.

Baca Juga  Program 3 Juta Rumah: PT Semen Padang Siap Dukung Pakai Sepablock

“Pertamina tentu akan sangat berhati-hati dalam setiap investasi dan memastikan setiap dana yang dikeluarkan memberikan hasil yang optimal,” ujar Andre.

Menurut Andre, gambaran tersebut memperlihatkan bahwa investasi hulu migas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap keputusan pengeboran harus mempertimbangkan potensi cadangan, peluang keberhasilan, besaran biaya, serta risiko yang mungkin timbul selama kegiatan eksplorasi.

Sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre menilai pengawasan terhadap investasi perusahaan negara menjadi penting untuk memastikan sumber daya yang dikelola memberikan manfaat maksimal. Kehati-hatian bukan berarti menghentikan eksplorasi, melainkan memastikan investasi dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Andre juga mengapresiasi kemampuan PHE ONWJ mempertahankan produktivitas sumur minyak tua yang telah beroperasi sejak 1969. Menurutnya, optimalisasi aset yang masih produktif dan eksplorasi untuk menemukan sumber cadangan baru merupakan dua langkah yang saling melengkapi dalam menjaga keberlanjutan produksi migas.

Baca Juga  Tradisi 12 Tahun: Bendera Raksasa Kembali Membentang di Puncak Gunuang Kasumbo Tanah Datar

Pengelolaan sumur yang sudah ada dapat membantu mempertahankan produksi, sementara eksplorasi yang terukur diperlukan untuk membuka peluang penemuan cadangan baru. Keduanya membutuhkan strategi investasi yang tepat agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

Andre menegaskan, Komisi VI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja BUMN, termasuk perusahaan di sektor energi. Ia berharap Pertamina semakin cermat menentukan prioritas investasi, mengoptimalkan aset yang tersedia, serta memastikan penggunaan dana memberikan hasil terbaik.

Dengan pengambilan keputusan yang berbasis perhitungan risiko dan efisiensi, investasi sektor hulu migas diharapkan mampu memperkuat kinerja Pertamina sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. (*)