SOLOK, POLIKATA.COM— Pencarian korban yang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus dilakukan. Memasuki Kamis (24/9/2026), personel Satbrimob Polda Sumatera Barat bersama TNI dan Basarnas kembali menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Operasi pencarian dipimpin Iptu Riska Efki, S.H., M.H. Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta kawasan yang terdampak material banjir bandang.
Pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel. Sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat korban terbawa arus kembali diperiksa oleh tim.
Perkembangan terbaru menunjukkan, dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, satu korban atas nama Dafi Arrahman (21) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan di antara material banjir bandang dan kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka. Korban ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.
Sementara satu korban lainnya, Agusra (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Pada pencarian hari ketiga, Rabu (23/9), tim menyisir area sekitar 11 kilometer yang dibagi menjadi empat sektor. Pencarian hari tersebut belum membuahkan hasil dan dilanjutkan pada Kamis.
Libatkan Ratusan Personel
Operasi pencarian melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur. Data perkembangan operasi hari ketiga mencatat sekitar 639 personel diterjunkan, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, tenaga kesehatan, relawan hingga masyarakat.
Tim juga didukung sejumlah peralatan pencarian dan penyelamatan, termasuk ekskavator serta drone termal untuk membantu penyisiran di area yang sulit dijangkau.
Dari unsur kepolisian, Satbrimob Polda Sumbar menjadi bagian dari operasi gabungan untuk mendukung pencarian dan pertolongan. Sinergi antarlembaga dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mempercepat proses penemuan korban.
Medan Jadi Tantangan
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Material berupa lumpur, batu, pasir, kayu dan air bah menerjang sejumlah kawasan, termasuk kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Dampak bencana juga mengenai sejumlah fasilitas pemerintahan dan kawasan permukiman. Proses pencarian korban dilakukan bersamaan dengan penanganan material bencana dan pembukaan akses yang terdampak.
Tim SAR tetap memperhatikan kondisi medan serta potensi bencana susulan selama melakukan pencarian. Penyisiran diarahkan pada aliran sungai dan titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Bagi personel gabungan, pencarian Agusra menjadi prioritas dalam operasi hari keempat. Tim terus memperluas penyisiran dengan mengandalkan koordinasi lintas instansi, peralatan SAR, serta informasi dari masyarakat di sekitar lokasi.
Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Satbrimob Polda Sumbar, TNI, Basarnas dan unsur terkait dalam memberikan pertolongan kepada warga terdampak sekaligus memastikan proses pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan. (*)












