Sinergi BNPB-PNM di Agam: Sulap Ikan Danau Maninjau Jadi Ladang Duit Penyintas Huntara Linggai

Editor:

redaksi

Picu Pemulihan Ekonomi Agam, BNPB dan PNM Latih Penyintas Bencana Olah Ikan Danau Maninjau
KLASTERISASI OLAHAN IKAN— Pendampingan Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, kolaborasi BNPB bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), bagi penyintas yang menetap di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (12/8/2026). (FOTO: Dok BNPB)

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Follow

AGAM, POLIKATA.COM— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pemerintah Kabupaten Agam terus memacu pemulihan ekonomi penyintas bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Melalui sinergi lintas lembaga, para pengungsi yang kini menempati Hunian Sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, dilatih untuk mandiri menjadi pelaku usaha olahan perikanan.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Program ini menyasar para penyintas bencana November 2026 agar mampu bangkit dan memiliki penghasilan mandiri.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, perwakilan PNM, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Agam. Kehadiran para pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal transisi para penyintas dari fase pemulihan menuju kemandirian ekonomi.

Baca Juga  Andre Rosiade Tutup Diklat Laskar Gerindra Sumbar 2026, 500 Peserta Resmi jadi Kader Baru

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model penanganan pascabencana yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan martabat dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” kata Ary Lasmana.

Dijelaskan, pemilihan produk ikan asap didasarkan pada melimpahnya hasil perikanan di Danau Maninjau, baik dari tangkapan alami maupun budidaya keramba. Komoditas ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang tinggi jika dikelola secara tepat.

Melalui inovasi pengasapan, ikan segar yang berumur pendek diubah menjadi produk kuliner berkualitas yang tahan lama. Strategi ini tidak hanya memperpanjang daya simpan produk, tetapi juga melipatgandakan nilai jual di pasar dan memperluas jangkauan distribusi.

Baca Juga  Kabar Gembira! Warga Pasbar di Padang Kini Bisa Nikmati Ambulans Gratis

Kegiatan yang telah memasuki pertemuan keempat ini fokus pada penguatan kapasitas dan standar mutu produk. Para peserta mendapatkan pendampingan menyeluruh dari nol hingga produk siap dipasarkan. Materi pelatihan meliputi, standardisasi kualitas produk olahan agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern, penguatan metode pengasapan yang higienis dan efisien dan perluasan jaringan pemasaran untuk menembus pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, BNPB dan PNM juga menyerahkan bantuan stimulan berupa alat oven pengasapan ikan beserta perlengkapan pendukung produksi lainnya kepada kelompok masyarakat penyintas. (*)