Kisah Djamai Ani, Lansia Sebatang Kara di Padang yang Dapat Bantuan Bedah Rumah dan Dokter Warga dari Pemko

Editor:

redaksi

Kisah Pilu Lansia Padang Pasir Diberi Bantuan HJK Padang
SENTUHAN KEMANUSIAAN— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat berdialog dan memberikan penghiburan langsung kepada Djamai Ani (81), seorang janda lansia sebatang kara yang sakit menahun di kediamannya, Jalan Veteran, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, baru-baru ini. Momentum yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 ini ditandai dengan aksi cepat Pemko Padang bersama BAZNAS melakukan bedah rumah dan penyiapan layanan medis harian "Dokter Warga". (FOTO: Dok. Humas Pemko Padang)

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Follow

PADANG, POLIKATA.COM—  Pemerintah Kota Padang memberikan kado kemanusiaan nyata pada Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 dengan melakukan aksi tanggap darurat bagi warga lansia terlantar. Di tengah semarak perayaan kota, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin langsung peninjauan dan penyaluran bantuan terpadu lintas instansi untuk Djamai Ani (81), seorang janda lansia sebatang kara yang sakit menahun di rumah tidak layak huni, Jalan Veteran Nomor 6 A, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, baru-baru ini.

Langkah kaki jajaran pejabat Pemko Padang mendadak melambat saat memasuki rumah berdinding dan beratap seng di kawasan Padang Pasir tersebut. Di dalam ruangan sempit yang bocor dengan sanitasi buruk, Djamai Ani hanya bisa terbaring lemah.

Janda lanjut usia ini berjuang melawan komplikasi hipertensi dan pengeroposan tulang kaki akut yang membuatnya tidak bisa berjalan selama bertahun-tahun, dengan modal bertahan hidup hanya dari belas kasih dan bantuan pengurusan sehari-hari dari para tetangga sekitar.

Suasana haru pecah saat Wawako Maigus Nasir duduk di samping tempat tidur dan berdialog langsung untuk membujuk Djamai Ani agar mendapatkan perawatan serta hunian yang lebih layak. Mengingat ikatan emosional sang lansia yang bersikeras tidak ingin meninggalkan rumahnya—meski sempat ditawari evakuasi ke panti jompo hingga tinggal di Rumah Dinas Wakil Wali Kota—Pemko Padang langsung mengambil keputusan taktis on the spot untuk menghadirkan solusi jangka panjang di lokasi.

Baca Juga  Tak Hanya Uang Tunai, Korban Kebakaran Kampung Jawa Padang Juga Dapat KTP Baru Gratis

Guna memastikan penanganan yang komprehensif, Pemko Padang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang menyepakati untuk segera mengeksekusi program Bedah Rumah total. Langkah ini diambil untuk memperbaiki struktur atap rumah yang bocor serta membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang memenuhi standar higienitas. Selain perbaikan hunian, BAZNAS juga menyediakan bantuan satu unit kursi roda untuk menunjang mobilitas fisik Djamai Ani selama proses renovasi berlangsung.

Tidak hanya sektor hunian, Pemko Padang juga menyiagakan skema pelayanan terpadu dari sektor kesehatan dan logistik. Dimana, Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas Padang Pasir menerjunkan program unggulan ‘Dokter Warga’ untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kontrol tensi, dan perawatan intensif gratis secara berkala langsung ke rumah Djamai Ani setiap hari.

Kemudian, Dinas Sosial Kota Padang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok, nutrisi lansia, serta bantuan logistik harian secara berkelanjutan agar Djamai Ani tidak lagi bergantung penuh pada swadaya warga sekitar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, membeberkan bahwa tim tenaga kesehatan sebenarnya telah tiga kali mendatangi lokasi untuk membujuk Djamai Ani agar mau dirawat di rumah sakit, namun beliau selalu enggan meninggalkan rumahnya karena faktor psikologis. Oleh karena itu, renovasi total lingkungan tempat tinggal menjadi harga mati agar memenuhi standar kesehatan.

Baca Juga  HJK Padang 2026: Dari Festival Telong-Telong hingga Peresmian Jembatan Jerman!

“Beliau sudah kami anggap seperti orang tua sendiri, kami bahkan menawarkan beliau untuk tinggal di rumah dinas. Namun, kita harus memahami kenyamanan psikologis seorang lansia di rumahnya sendiri. Karena itu, kami ucapkan terima kasih kepada Baznasyang bergerak cepat membedah rumah ini serta menyiapkan kursi roda. Dinas Sosial juga akan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin memastikan setiap orang tua di Kota Padang hidup nyaman dan layak,” tegas Wawako Maigus Nasir dengan mata berkaca-kaca.

Kunjungan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Srikurnia Yati, Kabag Tata Pemerintahan Rina Melati, Sekretaris Dinas Sosial Budi Kurniawan, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Lurah Padang Pasir, serta perwakilan BAZNAS Kota Padang ini menjadi pilar bukti kuat bagi publik.

Momentum sakral HJK Padang ke-357 ini menegaskan bahwa arah pembangunan Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tidak melulu berfokus pada infrastruktur fisik dan kemeriahan seremonial semata, melainkan meletakkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta perlindungan bagi warga rentan sebagai fondasi utama kota yang berkemajuan. (*)