PESISIR SELATAN, POLIKATA.COM– Sebuah video singkat yang memperlihatkan perjuangan sejumlah siswa menyeberangi sungai menggunakan seling baja (rolling) di Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, sempat memicu keprihatinan publik. Menanggapi fenomena tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat memberikan penjelasan mengenai kondisi di lapangan serta kabar baik di balik aksi nekat para pelajar tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, menjelaskan bahwa aksi para siswa menggunakan katrol tersebut bukanlah rutinitas dalam kondisi normal. Hal itu dilakukan secara spontan sebagai alternatif saat debit air sungai sedang tinggi, yang menyulitkan akses penyeberangan biasa.
“Kondisi dalam video tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan situasi harian. Biasanya, saat air sungai normal, siswa dan warga sekitar terbiasa menyeberang dengan berjalan kaki. Namun, saat debit air meningkat, mereka terpaksa mencari cara lain agar tetap bisa bersekolah,” ujar Gina, Sabtu (4/4/2026).
Meski demikian, kekhawatiran masyarakat akan keselamatan anak-anak sekolah di wilayah tersebut dipastikan akan segera berakhir. Gina mengungkapkan bahwa saat ini proses pembangunan jembatan gantung permanen sedang berjalan intensif di lokasi tersebut.
Proyek ini merupakan respons cepat pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas usulan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Langkah ini diambil mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk membangun infrastruktur vital tersebut secara mandiri.
Walaupun dikerjakan oleh BPJN, status kepemilikan dan kewenangan jembatan ini nantinya akan tetap berada di bawah pemerintah kabupaten.
“Kami memahami urgensi akses ini bagi warga. Pembangunan telah dimulai sejak Januari 2026. Target kami, pada Agustus mendatang, jembatan ini sudah bisa digunakan sepenuhnya oleh masyarakat,” tambah Gina.
Kehadiran jembatan gantung ini tidak hanya menjadi jawaban atas keselamatan para siswa, tetapi juga urat nadi baru bagi ekonomi lokal. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi komoditas warga menuju jalan nasional diharapkan menjadi lebih lancar dan efisien.
BPJN Sumbar pun memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pengerjaan infrastruktur ini berjalan tepat waktu. Tak lama lagi, pemandangan siswa yang bertaruh nyawa di atas utas kabel baja akan berganti dengan langkah kaki yang tenang di atas jembatan yang kokoh. (red)












