PADANG PANJANG, POLIKATA.COM — Pengajian Subuh Mubarakah di Masjid Hidayah, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Minggu (9/8/2026), berlangsung khidmat dan penuh haru. Ustaz Dede Sulaiman, atau yang akrab disapa Ustaz Sulai, hadir menyentuh hati ratusan jemaah lewat pesan mendalam tentang esensi kekayaan hati dan keharmonisan keluarga.
Ustaz jebolan Dai Muda Indonesia MNCTV asal Medan tersebut menegaskan bahwa standar kebahagiaan sejati bukanlah limpahan materi. Ketenangan jiwa dalam menerima ketetapan Allah SWT adalah puncak dari sebuah kecukupan.
“Orang yang kaya bukan hanya orang yang banyak hartanya, tetapi orang yang tenang hatinya,” ujar Ustaz Sulai di hadapan jemaah.
Rumah Sebagai Istana, Bukan Beban
Dalam tausiyahnya, Ustaz Sulai menyoroti pentingnya menjaga institusi terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga harus menjadi benteng pelindung dan tempat bernaung yang paling nyaman saat dunia luar terasa bergejolak.
“Suami istri wajib saling menguatkan, bukan memperkeruh suasana saat menghadapi ujian luar rumah,” katanya.
Dia juga menyebut, masalah ekonomi atau pembagian warisan jangan sampai memutus ikatan darah antarsaudara. Selain itu, perbedaan strata sosial dan kesuksesan dalam keluarga besar harus disikapi dengan bijak, bukan pemisah.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap syiar Islam, jemaah Masjid Hidayah spontan mengumpulkan dan menyerahkan uang wakaf sebesar Rp10,5 juta kepada Ustaz Sulai. Dana ini nantinya akan disalurkan langsung untuk mendukung para penghafal Al-Qur’an di wilayah pedalaman.
Ajakan Wawako: Bijak Medsos dan Sambut HUT RI
Kegiatan religius ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota. Dalam sambutannya, Allex mengapresiasi konsistensi pengurus masjid dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi warga.
Menjelang momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wawako Allex juga menitipkan dua pesan krusial bagi masyarakat
Wawako meminta warga meningkatkan gotong royong dan menjaga keasrian lingkungan kota. Selain itu, harus bijak bermedia sosial guna membendung hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
Acara yang berlangsung sejak subuh ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kedamaian Kota Padang Panjang. (*)












