PADANG PANJANG, POLIKATA.COM–Memanfaatkan momentum program Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-Balai, Minggu (16/8/2026), untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga. Format dialog interaktif pasca-salat Subuh berjemaah ini menjadi ruang evaluasi keterbukaan informasi sekaligus respons cepat jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang terhadap dinamika di lapangan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua MUI Kota Padang Panjang Buya Zulhamdi, serta jajaran kepala OPD, camat, dan lurah setempat.
Dalam arahannya, Wako Hendri Arnis menegaskan bahwa saluran komunikasi langsung tanpa sekat seperti ini sangat krusial bagi berjalannya roda pemerintahan. Masukan otentik dari akar rumput akan langsung dijadikan bahan kajian kebijakan pelayanan publik.
“Aspirasi, masukan, dan keluhan warga akan kita dengarkan dan menjadi bahan evaluasi Pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Hendri di hadapan jemaah.
Dalam sesi serap aspirasi, sejumlah isu domestik kota mendominasi ruang dialog. Warga mengeluhkan persoalan ketertiban pengelolaan sampah, penataan parkir, hingga penertiban pedagang yang kerap memanfaatkan fasilitas umum (fasum) sehingga mengganggu kenyamanan publik.
Merespons hal itu, Hendri menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan, terutama di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang. Pemko berencana menyelaraskan kenyamanan infrastruktur bagi konsumen sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi para pedagang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan pasar lokal tersebut. Selain isu pasar, regulasi pemanfaatan serta transparansi tarif air PDAM turut disosialisasikan dalam pertemuan ini.
Dialog sempat menghangat saat salah seorang jemaah, Dewi Anggraini (52), yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek, menyampaikan keresahannya terkait biaya kuliah anaknya. Menjawab hal tersebut, Hendri mengonfirmasi bahwa Pemko memiliki program beasiswa bagi mahasiswa serta skema beasiswa khusus anak petani yang dapat diakses selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sebagai penutup kegiatan, Ustaz Hendri Hadi Nurma menyampaikan tausiah yang menyitir Surat Ali Imran Ayat 26. Ia mengingatkan jajaran birokrasi bahwa esensi kepemimpinan adalah amanah transendental dari Allah SWT yang wajib dipertanggungjawabkan melalui kebijakan yang maslahat bagi masyarakat luas. (*)












