BeritaHeadlinePadangSumatera Barat

Satu Samudra Peluang Tanpa Batas: Sumbar Siap Tampung Investor Asing di Indian Ocean Forum 2027

×

Satu Samudra Peluang Tanpa Batas: Sumbar Siap Tampung Investor Asing di Indian Ocean Forum 2027

Sebarkan artikel ini
Satu Samudra Peluang Tanpa Batas: Sumbar Siap Tampung Investor Asing di Indian Ocean Forum 2027
DIPLOMASI MARITIM— Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat berdiskusi hangat dengan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, di Istana Gubernuran Padang. Pemprov Sumbar resmi menawarkan diri menjadi tuan rumah Indian Ocean High-Level Forum 2027 demi menggenjot sektor ekonomi biru dan investasi di pantai barat Sumatra. (FOTO: Dok. Humas Pemprov Sumbar)

PADANG, POLIKATA.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi membidik posisi sebagai tuan rumah (host region) ajang internasional bergengsi, Indian Ocean High-Level Forum 2027.

Inisiasi strategis ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Santo Darmosumarto, di Istana Gubernuran Padang, Senin (10/8).

Langkah berani ini diambil guna memperkuat posisi tawar Indonesia di dalam jejaring Indian Ocean Rim Association (IORA) sekaligus menggerakkan potensi ekonomi biru di wilayah pesisir barat Sumatra.

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran pejabat Kemlu dan kepala dinas terkait, Pemprov Sumbar menyodorkan tema besar: “One Ocean, Boundless Opportunities — Satu Samudra, Peluang Tanpa Batas”.

Mahyeldi menegaskan bahwa Sumbar tidak ingin forum ini terjebak menjadi seremoni internasional yang lewat begitu saja. Sebaliknya, letak geografis Sumbar yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia harus dikapitalisasi menjadi gerbang utama kolaborasi global.

Baca Juga  Rakor Bersama Pemkab Limapuluh Kota, Gubernur: Kepala Daerah dan Wakil Harus Kompak, Sekda Berperan Menyatukan 

“Sumatera Barat siap mengambil bagian dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai regional convener sekaligus menjadi salah satu pintu gerbang kolaborasi di kawasan Samudra Hindia,” ujar Mahyeldi optimistis.

Pemprov Sumbar berencana merancang forum ini sebagai international platform inklusif. Agenda utamanya tidak lagi sekadar dialog diplomasi formal, melainkan fokus pada aksi nyata (concrete action) yang mempertemukan lintas sektor. Diantaranya, penguatan tata kelola laut dan ekonomi biru,    keberlanjutan lingkungan maritim, konektivitas perdagangan antardaerah dan antarnegara, realisasi investasi, business matching, pariwisata, hingga inovasi pendidikan.

Salah satu poin krusial yang dibawa oleh Gubernur Sumbar adalah desentralisasi hubungan luar negeri. Mahyeldi mendorong agar jejaring kerja sama IORA diperluas hingga menyentuh level pemerintah daerah (sister province/city) dan komunitas lokal. Menurutnya, kerja sama maritim internasional harus membawa dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat akar rumput.

Kemlu RI Sambut Baik dan Beri Lampu Hijau

Gagasan progresif dari ranah Minang ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Dirjen Aspasaf Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengapresiasi tinggi kesiapan dan proaktifnya Pemprov Sumbar.

Baca Juga  Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: RSUP M Djamil Padang Jadi Pusat Operasi Jantung Anak Sumatera

Santo membeberkan bahwa pada tahun 2027, Kemlu RI memang dijadwalkan memulai serangkaian workshop kemitraan negara anggota IORA, khususnya pada sektor mitigasi bencana, pariwisata, dan ekonomi biru. Gayung bersambut, rencana Sumbar ini dinilai sangat sejalan dengan agenda nasional.

“Kami siap memberikan dukungan bagi berbagai kegiatan dan forum yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk forum kerja sama di antara para pimpinan pemerintah daerah yang ada di kawasan Indian Ocean,” tegas Santo.

Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Direktur KSIA Aspasaf Kemlu Febrian Irawati Mamesah, Asisten Deputi Hubungan Antarlembaga Internasional Kemenpar Zulkifli Harahap, serta jajaran kepala dinas Pemprov Sumbar. Jika usulan ini lolos di tingkat internasional, Padang dipastikan akan menjadi pusat perhatian diplomasi maritim dunia pada tahun 2027 mendatang. (*)