BeritaDaerahHeadlinePariaman

Kisah Haru 76 Anak Kurang Mampu di Pariaman, Dilepas Wali Kota Jadi Sarjana Demi Ubah Nasib Keluarga!

×

Kisah Haru 76 Anak Kurang Mampu di Pariaman, Dilepas Wali Kota Jadi Sarjana Demi Ubah Nasib Keluarga!

Sebarkan artikel ini
Program Saga Saja Plus 2026: Wali Kota Pariaman Lepas 76 Mahasiswa Penerima Beasiswa
KULIAH GRATIS DEMI UBAH NASIB— Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyalami dan melepas secara resmi 76 mahasiswa penerima beasiswa program Saga Saja Plus 2026 di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (12/8/2026). Puluhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu ini siap diberangkatkan menuju 18 Perguruan Tinggi mitra pemerintah daerah. (FOTO: Dok. Kominfo Pariaman)

PARIAMAN, POLIKATA.COM—Pemerintah Kota Pariaman resmi melepas 76 mahasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana Plus (Saga Saja Plus) Tahun 2026 untuk menempuh pendidikan di 18 Perguruan Tinggi (PT) mitra.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Aula Balaikota Pariaman, pada Rabu (12/8/2026). Isu kemiskinan dan masa depan generasi muda menjadi sorotan utama dalam program unggulan ini.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa Saga Saja Plus dirancang khusus untuk keluarga kurang mampu. Seluruh penerima beasiswa merupakan warga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga  Donor Darah 130 Kali Bisa Umrah, Bank Mestika & UNP Banjir Pendonor

“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk mengubah nasib keluarga,” ujar Yota Balad di hadapan mahasiswa dan orang tua yang hadir.

Program ini tidak hanya menanggung biaya kuliah. Pemerintah daerah juga melengkapi mahasiswa dengan kemampuan siap kerja. Diantaranya, bantuan finansial untuk kuliah gratis, pembekalan life skill (keterampilan hidup) untuk modal dunia kerja.

Target IPK Tinggi dan Pesan Moral

Dalam arahannya, Wali Kota meminta para mahasiswa tidak cepat puas. Mereka dituntut memasang target akademis yang tinggi demi mempermudah jalan mendapat pekerjaan layak.

Baca Juga  Bupati Dharmasraya Salurkan 12,5 Ton Benih Padi Biofortifikasi untuk Cegah Stunting

“Tahap pertama sudah sukses. Tahap kedua, belajar rajin dan kejar target IPK paling tinggi,” tegasnya.

Selain prestasi akademik, Yota Balad menitipkan pesan moral yang kuat kepada para mahasiswa,    jaga ibadah dengan tekun shalat tahajud, tetap rendah hati dan tidak jumawa, jaga nama baik orang tua dan Kota Pariaman di perantauan.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan para mahasiswa di perantauan. Pemerintah berharap mereka pulang sebagai sosok hebat yang mampu mendongkrak ekonomi keluarga. (*)