NTT, POLIKATA.COM— Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Satu warga juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sementara ini terdapat 20 rumah warga di Kabupaten Sumba Barat Daya yang terdampak gempa. Sebanyak 19 rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kerusakan rumah warga tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang,” ujar Berton dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Tak hanya rumah warga, gempa juga mengakibatkan tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan. Ketiganya yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
Satu fasilitas pendidikan, SDK Manu Toghi, turut terdampak. Sementara satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Dampak gempa turut dirasakan di Kabupaten Sumba Barat. BNPB mencatat tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan. Selain itu, dua bangunan KDKMP dilaporkan mengalami kerusakan berupa plafon jebol dan retakan pada tembok.
Satu Warga Luka
Gempa tersebut juga menimbulkan korban luka. Satu warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan ketika guncangan terjadi. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan selanjutnya menjalani rawat jalan.
“Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat,” kata Berton.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Sejumlah warga sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa berlangsung. Setelah itu, kondisi di wilayah terdampak berangsur kembali kondusif.
Guncangan juga dirasakan cukup kuat di wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai potensi tsunami.
Untuk mendukung penanganan bencana, posko awal telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat apabila dibutuhkan.
Personel yang terlibat terdiri atas 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, serta 75 personel Yonif TP 930/TT.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan instansi resmi lainnya.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman, guna menghindari risiko kecelakaan akibat runtuhan bangunan. (*)
















