BeritaDaerahHeadlineKabupaten Solok

Pemko Solok Bantu Korban Galodo Arosuka, Salurkan Rp100 Juta dan Kerahkan 4 Damkar

×

Pemko Solok Bantu Korban Galodo Arosuka, Salurkan Rp100 Juta dan Kerahkan 4 Damkar

Sebarkan artikel ini
Pemko Solok Bantu Korban Galodo Arosuka, Salurkan Rp100 Juta dan Kerahkan 4 Damkar
BANTUAN GALODO — Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyerahkan bantuan kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu untuk masyarakat terdampak banjir bandang (galodo) di Arosuka. Selain bantuan Rp100 juta dan kebutuhan dasar, Pemko Solok turut mengerahkan relawan, personel, empat unit mobil pemadam kebakaran, dan dua truk sampah untuk membantu penanganan pascabencana. (FOTO: Dok. Diskominfo Kota Solok)

SOLOK, POLIKATA.COM— Kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka terus berdatangan. Pemerintah Kota Solok tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga mengerahkan personel dan sejumlah peralatan untuk membantu penanganan pascabencana.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra kepada Pemerintah Kabupaten Solok. Bantuan diterima Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Panglima Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam XX/TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada.

Ramadhani mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Solok terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang tengah menghadapi dampak bencana.

“Pemerintah Kota Solok menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo di Arosuka,” ujar Ramadhani.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa uang tunai. Pemko Solok memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta, perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari, kasur, selimut, terpal, makanan siap saji, serta berbagai kebutuhan lainnya untuk masyarakat terdampak.

Baca Juga  Andre Rosiade Usul Depo Baru Pertamina di Air Bangis Pasbar, Perkuat Ketahanan Energi dan Pembangunan Sumbar

Selain bantuan logistik, Pemko Solok juga mengerahkan kekuatan personel untuk mendukung penanganan bencana di lapangan.

Tim yang diberangkatkan terdiri atas relawan Tahqna, Tim Reaksi Cepat (TRC), personel Satpol PP, petugas kebersihan, personel Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim-LH), hingga petugas PDAM.

Dukungan peralatan juga diperkuat dengan pengerahan empat unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit truk sampah. Peralatan tersebut disiapkan untuk membantu proses penanganan dan pembersihan material sisa bencana di kawasan terdampak.

Ramadhani mengatakan, seluruh personel dan sarana pendukung tersebut dilepas secara resmi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membantu masyarakat Kabupaten Solok menghadapi situasi darurat pascabencana.

“Kami melepas secara resmi tim relawan, empat unit pemadam kebakaran, dua truk sampah dan seluruh pasukan yang ada,” katanya.

Menurut dia, Pemko Solok juga telah menyiapkan kebutuhan dasar berupa sembako dan makanan untuk dibagikan kepada warga yang terdampak.

Untuk bantuan dana, Ramadhani menyebutkan Rp100 juta telah disalurkan melalui mekanisme transfer ke rekening BPD. Dana tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga  Dongkrak Produksi Pangan, Wali Kota Solok Serahkan Bantuan Oplah ke 19 Kelompok Tani

Apresiasi Pemkab Solok

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan yang diberikan Pemko Solok.

Menurut Jon Firman, hubungan antara Kota Solok dan Kabupaten Solok tidak dapat dipisahkan, terlebih dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam.

Ia mengapresiasi kedatangan Wali Kota Solok, Wakil Wali Kota, beserta jajaran yang tidak sekadar membawa bantuan material, tetapi juga mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan di lokasi bencana.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana galodo yang melanda kawasan Arosuka.

Solidaritas antarpemerintah daerah itu juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dampak bencana, terutama pada masa tanggap darurat ketika kebutuhan masyarakat dan dukungan sumber daya di lapangan meningkat. (*)