BATUSANGKAR, POLIKATA.COM – Sinergi antara tenaga medis dan pemerintah daerah di Kabupaten Tanah Datar memasuki babak baru. dr. Nedi Hidayat resmi mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tanah Datar periode 2026–2029 setelah dilantik secara resmi oleh Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat, Dr. dr. Roni Eka Syahputra, di Aula Kantor Bupati, Kamis (30/4/2026) lalu.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum krusial bagi 57 pengurus baru untuk menjawab tantangan kesehatan di Luhak Nan Tuo. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi sekaligus tantangan nyata bagi para dokter yang tergabung dalam IDI.
Dalam sambutannya, Wabup Ahmad Fadly menekankan bahwa IDI tidak boleh hanya menjadi organisasi profesi yang eksklusif. Ia menitipkan tiga misi utama: penguatan kolaborasi, menjaga etika profesionalisme, dan yang paling ditekankan adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Sinergi antara IDI, Dinas Kesehatan, hingga puskesmas dan klinik swasta harus diperkuat. Saya ingin layanan promotif dan preventif menyentuh langsung ke tingkat Nagari, sekolah, hingga Posyandu,” tegas Ahmad Fadly.
Dia juga mengajak IDI untuk berdiri di garda terdepan dalam menyukseskan program unggulan daerah, terutama percepatan penurunan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta optimalisasi program cek kesehatan gratis bagi seluruh warga Tanah Datar.
Menanggapi harapan besar pemerintah daerah, Ketua IDI Tanah Datar yang baru, dr. Nedi Hidayat, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi lebih berdampak. Selain fokus pada peningkatan kompetensi medis dan pemahaman hukum bagi anggotanya, ia berjanji akan memperluas jangkauan bakti sosial.
“Ke depan, kami ingin IDI tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat melalui edukasi dan pelayanan nyata di lapangan,” ujar dr. Nedi.
Acara ini juga menjadi ajang penghormatan bagi kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan dr. Hadianto. Dalam salam perpisahannya, dr. Hadianto mengenang masa-masa sulit saat IDI bahu-membahu bersama pemerintah menangani bencana yang sempat melanda daerah beberapa waktu lalu.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi kesehatan, serta pemilik rumah sakit swasta se-Kabupaten Tanah Datar. Dengan komposisi pengurus yang baru, IDI Tanah Datar diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi kesehatan yang lebih inklusif dan profesional hingga tahun 2029 mendatang. (red)












