SOLOK, POLIKATA.COM — Pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 di Kota Solok ditunda sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak musibah di Arosuka.
Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung mulai 3 Oktober 2026 tersebut kini diundur menjadi 10-13 Oktober 2026. Keputusan penundaan diambil Pemerintah Kota Solok bersama unsur ninik mamak, lembaga adat, dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi dunsanak di Arosuka.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok sekaligus Ketua Seksi Humas RSBG 2026, Nursal Agustim, mengatakan Pemko Solok sebenarnya telah melakukan berbagai persiapan jauh-jauh hari untuk menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI yang menjadikan Kota Solok sebagai salah satu lokasi kegiatan.
Di tengah persiapan tersebut, Kota Solok juga dijadwalkan menggelar RSBG 2026. Namun, kondisi yang terjadi di Arosuka mendorong Pemko Solok memilih menunda kegiatan sebagai bentuk empati.
“Atas kesepakatan bersama wali kota, Ketua KAN, Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang, Rang Solok Baralek Gadang 2026 yang semula dijadwalkan pada tanggal 3 Oktober diundur penyelenggaraannya menjadi 10-13 Oktober 2026,” jelas Nursal.
Porprov Tetap Berjalan
Terkait pelaksanaan Porprov Sumbar XVI, Pemko Solok telah menyampaikan surat kepada Gubernur Sumatera Barat melalui surat Wali Kota Solok Nomor B/000/48/DISPORA-2026 perihal Pembukaan Porprov dan Penyelenggaraan RSBG.
Hingga berita ini diturunkan, secara resmi belum ada tanggapan atas surat tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang, pelaksanaan Porprov Sumbar tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni 2-14 Oktober 2026.
Sementara itu, acara pembukaan Porprov yang sebelumnya direncanakan di Kota Solok dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Adapun Kota Solok tetap menjadi tuan rumah untuk lima cabang olahraga, yakni taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi. Pelaksanaan lima cabang olahraga tersebut tetap berjalan sesuai rencana pada 3-14 Oktober 2026.
Tema RSBG Diubah
Tak hanya menggeser jadwal, Pemko Solok juga melakukan penyesuaian tema RSBG 2026. Semula mengusung tema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” dengan konsep Festival 13 yang melibatkan 13 nagari, kegiatan tahun ini dikemas dengan semangat solidaritas dan kebersamaan.
Tema tersebut kini diarahkan menjadi “RSBG—Bangkit Bersama dengan Arosuka”. Nursal mengatakan perubahan tema tersebut dimaksudkan agar RSBG tidak sekadar menjadi agenda kebudayaan dan pariwisata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Solok.
“Mari kita jadikan RSBG sebagai ruang untuk saling menguatkan, merawat persaudaraan, dan menunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak akan pernah berjalan sendiri menghadapi musibah,” tambahnya.
Dengan perubahan jadwal dan tema tersebut, RSBG 2026 diharapkan tetap menjadi ruang pertemuan masyarakat, sekaligus membawa pesan solidaritas bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak musibah.
Pemko Solok menilai semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RSBG tahun ini, sehingga kegiatan yang digelar nantinya tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi simbol dukungan dan kepedulian terhadap sesama masyarakat Solok. (*)










