PADANG, POLIKATA.COM— Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa warisan nilai integritas Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda. Pesan kuat tersebut disampaikannya saat menghadiri Webinar Peringatan Hari Kelahiran Bung Hatta Tahun 2026 secara daring dari Istana Gubernur Sumbar, Rabu malam (12/8/2026).
Webinar yang mengusung tema “Jujur Itu Hebat: Meneladani Integritas Bung Hatta bagi Generasi dan Pemimpin Masa Depan” ini menjadi momentum penting untuk menggali kembali keteladanan sang Proklamator. Sosok Bung Hatta selama ini dikenal luas tidak hanya lewat pemikiran dan perjuangannya, melainkan juga karena kesederhanaan serta konsistensinya yang tanpa kompromi dalam memegang prinsip hidup.
Menurut Mahyeldi, nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, serta keselarasan antara perkataan dan perbuatan sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern. Ia berharap peringatan sejarah ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan.
“Meneladani integritas Bung Hatta bukan hanya mengenang sosoknya sebagai Proklamator, tetapi bagaimana nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan memegang prinsip itu kita hadirkan dalam kehidupan hari ini. Nilai-nilai itulah yang perlu menjadi bekal bagi generasi dan pemimpin masa depan,” ujar Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus memperkenalkan keteladanan para pendahulu melalui jalur pendidikan, literasi sejarah, dan berbagai kegiatan kebangsaan. Refleksi ini, lanjut Mahyeldi, juga harus diimplementasikan secara nyata dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan saat ini.
“Kita adalah pemegang estafet perjuangan para pendahulu. Nilai-nilai perjuangan dan integritas Bung Hatta harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sekarang agar cita-cita bangsa dapat kita lanjutkan bersama,” tambahnya.
Kesaksian Sang Putri dan Kupasan Sejarah
Acara ini turut dihadiri oleh putri bungsu Bung Hatta, Halida Hatta, secara virtual. Dalam pemaparannya, Halida mengajak seluruh peserta untuk memahami sosok ayahnya secara mendalam—bukan sekadar dari catatan kaki sejarah, melainkan dengan membedah pemikiran, tulisan, sikap, serta kebijakan yang diambil Bung Hatta selama menjabat sebagai pejabat negara.
Halida menekankan bahwa sang ayah adalah figur yang konsisten memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan perdamaian dunia, serta secara tegas menolak segala bentuk penindasan antarbangsa.
“Bung Hatta tidak pernah takut menyampaikan apa yang benar. Beliau konsisten terhadap keadilan dan perdamaian dunia serta menolak penindasan satu bangsa terhadap bangsa lainnya,” ungkap Halida, meyakinkan bahwa prinsip tersebut tetap absah menjadi pedoman moral pemimpin masa kini.
Untuk mengupas lebih dalam keteladanan tersebut, webinar ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yaitu sejarawan terkemuka Prof. Dr. Anhar Gonggong dan akademisi Ustaz Hadi Nur Ramadhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis Pemprov Sumbar dalam memperkuat penanaman nilai-nilai antirasuah dan integritas bagi generasi penerus bangsa. (*)












