BeritaDaerahPasaman BaratSumatera Barat

Menjemput Harapan di Ujung Maligi: Mimpi Kampung Nelayan Modern yang Segera Nyata

×

Menjemput Harapan di Ujung Maligi: Mimpi Kampung Nelayan Modern yang Segera Nyata

Sebarkan artikel ini
SURVEI KAMPUNG NELAYAN- Dinas Perikanan mendampingi tim survei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam meninjau lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 di Jorong Padang Jaya, Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Jumat (10/4/2026).

PASBAR, POLIKATA.COM— Deru ombak di pesisir Jorong Padang Jaya, Nagari Maligi, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (10/4/2026) terasa berbeda. Ada secercah harapan baru yang dibawa oleh tim survei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI saat menginjakkan kaki di tanah pasir tersebut.

Bukan sekadar kunjungan biasa, kedatangan mereka didampingi Dinas Perikanan Pasaman Barat adalah untuk membedah potensi Nagari Maligi menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026.

Program ini bukan hanya soal membangun dermaga beton atau gudang beku (cold storage), melainkan tentang martabat dan masa depan ribuan nelayan setempat.

Bayangkan, sebuah kampung nelayan yang tak lagi kumuh. Di mana drainase tertata rapi, air bersih mengalir ke rumah-rumah, dan hasil tangkapan laut tak lagi busuk karena tersedia pabrik es serta cold storage di depan mata.

Baca Juga  IPM Pasaman Barat 2025 Naik Capai 73,69 Poin, Lampaui Target RPJMD

Potret masa depan itulah yang sedang diperjuangkan di Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Tim pusat dari KKP telah turun langsung melakukan sinkronisasi data dengan realita di lapangan. Mereka menelisik setiap sudut lahan guna memastikan proyek strategis nasional ini bisa berdiri tegak di tahun 2026.

Program KNMP dirancang sebagai kawasan terpadu. Tak hanya urusan melaut, ibu-ibu nelayan pun disiapkan ruang melalui sentra UMKM. Ini adalah upaya memutus rantai kemiskinan dari hulu ke hilir.

Baca Juga  Pemkab Pasbar Gelar Gerakan Pangan Murah di Dua Kecamatan

“Kami ingin memastikan lahan ini benar-benar siap, clean and clear, tanpa sengketa,” ujar Bunyawan, anggota tim survei KKP.

Baginya, verifikasi ini adalah fondasi agar bantuan pusat tepat sasaran dan benar-benar menjadi berkah, bukan beban bagi warga.

Sementara itu, Pj Wali Nagari Maligi, Irza Sofia, mengatakan program ini adalah jawaban atas doa panjang warganya. Bayangan akan adanya pabrik es, tempat pelelangan ikan yang layak, hingga perbaikan sanitasi dan air bersih, menjadi oase di tengah keterbatasan infrastruktur saat ini.

“Ini akan membawa perubahan besar bagi ekonomi nelayan kami,” ungkapnya penuh harap. (red)