BeritaDaerahHeadlinePayakumbuh

Hujan Iringi Kepergian Yasril, Kadisnakerin Payakumbuh Berpulang Setelah 36 Tahun Mengabdi

×

Hujan Iringi Kepergian Yasril, Kadisnakerin Payakumbuh Berpulang Setelah 36 Tahun Mengabdi

Sebarkan artikel ini
Hujan Iringi Kepergian Yasril, Kadisnakerin Payakumbuh Berpulang Setelah 36 Tahun Mengabdi
PELEPASAN JENAZAH- Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman melepas jenazah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Payakumbuh, Yasril, dalam suasana haru di rumah duka kawasan Koto Nan Gadang, Sabtu (19/9/2026). Hujan turut mengiringi prosesi penghormatan terakhir bagi birokrat yang telah mengabdi selama puluhan tahun tersebut. (FOTO: Dok. Humas Pemko Payakumbuh)

PAYAKUMBUH, POLIKATA.COM — Rintik hujan turun di Kota Payakumbuh, Sabtu (19/9/2026), ketika jenazah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Payakumbuh, Yasril, tiba di rumah duka di kawasan Koto Nan Gadang.

Suasana haru menyelimuti rumah duka. Keluarga, kerabat, rekan kerja, jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, tokoh masyarakat, hingga para pelayat datang memberikan penghormatan terakhir kepada sosok birokrat yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pemerintahan.

Hujan yang membasahi bumi Payakumbuh setelah daerah itu beberapa pekan dilanda kemarau dan kabut asap menambah suasana duka. Di tengah suasana itu, kepergian Yasril menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus jajaran Pemko Payakumbuh.

Yasril mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Jumat (18/9/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama 24 hari karena penyakit yang dideritanya. Ia wafat pada usia 57 tahun.

Kepergian tersebut menyisakan duka mendalam bagi sang istri, Reni Eka Putri, dan dua putrinya, Syifa Hilya Sania serta Sabrina Najwa Akila. Putri sulungnya, Syifa, tidak dapat mendampingi prosesi pemakaman karena sedang menempuh pendidikan di Korea.

Di rumah duka, prosesi pelepasan jenazah dipimpin Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta. Hadir pula Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta jajaran Pemko Payakumbuh.

Baca Juga  Hujan Guyur Kota Payakumbuh Sejak Subuh, Ribuan Jamaah Shalat Id di Balai Kota Payakumbuh

Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Elzadaswarman.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan rekan sejawat apabila selama menjalankan tugas pemerintahan, almarhum pernah melakukan kekhilafan.

Pemko Payakumbuh, kata dia, juga memastikan akan memberikan dukungan dalam penyelesaian seluruh hak serta administrasi kepegawaian yang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah terhadap almarhum dan keluarganya.

Tiga Dekade Lebih Mengabdi

Di balik jabatan terakhirnya sebagai kepala dinas, Yasril memiliki perjalanan pengabdian yang panjang. Pria kelahiran Bukittinggi, 17 Oktober 1969, itu memulai karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Maret 1990.

Setahun kemudian, tepatnya 1 Oktober 1991, ia diangkat menjadi PNS dengan pangkat Juru Muda Tingkat I (I/b). Sejak saat itu, perjalanan kariernya di lingkungan pemerintahan terus berkembang.

Dengan latar belakang pendidikan Magister Teknik Sipil, Yasril sempat bertugas sebagai Analis Perencana Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum pada 2009.

Kariernya kemudian berlanjut dengan menduduki sejumlah jabatan kepala seksi. Pada 2016, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Cipta Karya. Selanjutnya, pada 2022, Yasril dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa.

Baca Juga  100 Mahasiswa Kurang Mampu Terima Beasiswa Pendidikan Baznas Payakumbuh

Pengabdian panjang tersebut mengantarkannya ke posisi terakhir sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh. Ia dilantik pada 16 Oktober 2025 dan menjalankan tugas tersebut hingga akhir hayat dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b).

Bagi lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, kepergian Yasril bukan sekadar kehilangan seorang pejabat. Ia meninggalkan jejak pengabdian lebih dari tiga dekade dalam perjalanan birokrasi pemerintahan.

Keluarga Ikhlaskan Kepergian

Perwakilan keluarga, M. Arif Dt. Bijo Nan Hitam, mengatakan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Yasril sebagai ketetapan Allah SWT.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, tokoh adat, rekan kerja, serta masyarakat yang telah hadir memberikan penghormatan terakhir.

“Atas nama keluarga, kami memohon maaf atas segala kesalahan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah, tokoh adat, rekan kerja, dan seluruh masyarakat yang telah datang memberikan penghormatan terakhir kepada beliau,” ujarnya.

Setelah prosesi pelepasan secara resmi, jenazah Yasril disalatkan di Masjid Gadang. Dari masjid, jenazah kemudian diantarkan menuju pandam pekuburan keluarga di kawasan Ranah untuk dimakamkan.

Hujan yang masih turun mengiringi langkah para pelayat. Di antara doa dan kesunyian suasana pemakaman, berakhir pula perjalanan seorang birokrat yang telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya untuk pelayanan pemerintahan. (*)