DHARMASRAYA, POLIKATA.COM – Suasana Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya berubah penuh semangat. Dengan suara lantang yang menggema, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membakar optimisme ratusan siswa agar berani bermimpi besar dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026), Mahyeldi menegaskan bahwa tidak ada keterbatasan yang mampu menghalangi seseorang meraih kesuksesan selama memiliki tekad, pendidikan, dan dukungan keluarga.
Dengan penuh semangat, Mahyeldi mengajak seluruh siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad untuk berjuang.
“Sekolah Rakyat 3 Dharmasraya!” seru Mahyeldi.
“Kami siap sungguh-sungguh!” jawab ratusan siswa serempak.
Seruan itu diulang beberapa kali hingga memenuhi seluruh ruangan, membangkitkan rasa percaya diri para peserta didik yang baru memulai perjalanan pendidikan mereka.
Mahyeldi mengatakan setiap anak Sumatera Barat memiliki warisan besar dari para tokoh bangsa. Menurutnya, darah para pejuang, pendiri bangsa, dan proklamator mengalir dalam diri generasi muda Minangkabau.
“Dalam diri ananda semuanya mengalir darah para pejuang. Darah Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Tan Malaka dan tokoh-tokoh besar bangsa lainnya. Karena itu jangan pernah merasa rendah diri. Kalian juga bisa menjadi gubernur, presiden, tentara, polisi, jaksa, dokter maupun profesi hebat lainnya,” tegas Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan besarnya peran masyarakat Dharmasraya dalam sejarah bangsa melalui perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Menurutnya, semangat perjuangan itu harus diwariskan kepada generasi muda agar terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kalau tidak ada perjuangan PDRI yang bergerilya hingga melewati Dharmasraya, sejarah bangsa ini tentu akan berbeda. Karena itu, kalian adalah pewaris semangat perjuangan tersebut,” katanya.
Tak hanya memotivasi siswa, Mahyeldi juga menyampaikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengaku lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara sang ibu memiliki keterbatasan fisik namun tetap bekerja menerima jahitan demi membantu ekonomi keluarga.
“Ayah saya seorang buruh angkut di pasar. Ibu saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi tetap bekerja keras. Kami tujuh bersaudara, dan enam orang berhasil kuliah. Jadi tidak ada alasan untuk menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana,” ungkapnya.
Mahyeldi mengaku pernah merantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum akhirnya menempuh pendidikan hingga dipercaya memimpin Sumatera Barat. Pengalaman itulah yang selalu ia jadikan motivasi untuk meyakinkan anak-anak bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga.
“Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses. Yang paling penting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Kepada para guru, Mahyeldi menitipkan amanah agar mendidik setiap siswa dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Menurutnya, guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan anak-anak bangsa.
Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada anak-anak selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Tolong berikan semangat kepada anak-anak kita. Jangan pernah lelah mendukung mereka. Ketika mereka berhasil nanti, kebahagiaan itu juga akan kembali kepada orang tuanya,” katanya.
Mahyeldi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi pelopor pendidikan inklusif di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, para guru, dan orang tua, ia meyakini sekolah tersebut mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus menjadi calon pemimpin Indonesia pada masa depan.
“Insyaallah dari Sekolah Rakyat inilah akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Mahyeldi. (*)












