JEDDAH, POLIKATA.COM — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, mengusulkan pembangunan rest area khusus bagi jemaah umrah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Usulan itu disampaikan Andre di sela-sela pengawasan pelaksanaan ibadah haji, setelah melihat langsung masih banyak jemaah umrah Indonesia, terutama lanjut usia, yang harus menunggu berjam-jam di kawasan Corniche dan Al-Balad sebelum jadwal penerbangan pulang ke Tanah Air.
Menurut Andre, kondisi tersebut tidak layak terus dibiarkan karena sangat memberatkan jemaah, khususnya mereka yang menggunakan paket umrah murah. Banyak jemaah, kata dia, terpaksa duduk atau menunggu di ruang terbuka selama berjam-jam karena jadwal penerbangan baru tersedia pada malam atau dini hari.
“Kasihan jamaah kita, terutama orang tua. Mereka bisa berjam-jam ngemper di Corniche hanya karena menunggu jadwal pesawat malam atau subuh. Ini harus ada solusi yang lebih manusiawi dan lebih layak,” kata Andre dalam pertemuan bersama perwakilan KJRI dan BPKH di Jeddah, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Andre Rosiade menilai keberadaan rest area akan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan pelayanan terhadap jemaah umrah Indonesia. Rest area tersebut diharapkan dapat menjadi tempat transit yang nyaman bagi jemaah sebelum menuju bandara untuk kepulangan ke Indonesia.
“Daripada jamaah ngemper di luar, lebih baik kita siapkan rest area yang nyaman. Mereka bisa istirahat, makan, salat, dan menunggu penerbangan dengan baik,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Tak hanya untuk pelayanan jemaah, Andre juga mengusulkan agar rest area tersebut dilengkapi pusat UMKM dan toko souvenir produk Indonesia. Dengan begitu, keberadaan rest area tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih jelas dan produktif.
“Kalau ada rest area milik kita sendiri, jamaah bisa belanja produk UMKM Indonesia dan souvenir khas Indonesia. Jadi manfaatnya jelas untuk umat dan pengelolaan dana juga lebih produktif,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre bahkan menilai langkah tersebut jauh lebih konkret dibandingkan investasi yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan jemaah. Ia meminta agar BPKH serius menindaklanjuti gagasan tersebut bersama KBRI dan KJRI di Arab Saudi.
Dalam dialog itu, Konsul Jenderal RI di Jeddah menyatakan kesiapan pihak KJRI untuk memfasilitasi jika BPKH ingin bekerja sama dengan investor atau pengusaha Indonesia yang telah memiliki izin usaha di Arab Saudi.
Andre menyebut dirinya juga telah berkomunikasi dengan pimpinan Komisi VIII DPR RI terkait usulan tersebut dan mendapatkan dukungan penuh. Ia berharap pembangunan rest area bisa segera direalisasikan agar menjadi legacy pelayanan baru bagi jemaah umrah Indonesia.
“Saya sudah bicara dengan pimpinan Komisi VIII dan mereka setuju. Tolong ini di-follow up. Kalau bisa 2026 ini selesai, sehingga jamaah kita tidak lagi ngemper dan mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” tegas Andre.
Menurut Andre, lokasi rest area idealnya berada tidak jauh dari bandara Jeddah agar memudahkan mobilitas jemaah. Ia optimistis rencana tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara BPKH, KBRI, KJRI, dan investor Indonesia di Arab Saudi.
“Ini amal jariyah untuk pelayanan umat. Yang penting jamaah Indonesia bisa lebih nyaman, lebih manusiawi, dan lebih terlayani,” tutup Andre. (*)











