PADANG, POLIKATA.COM— Wali Kota Padang Fadly Amran, bergerak cepat mengupayakan percepatan revitalisasi Sungai Batang Arau. Langkah strategis ini dilakukan melalui pertemuan khusus dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Denny Abdi, di Rumah Makan Silungkang, Senin siang (13/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang secara resmi meminta dukungan Kemlu RI agar isu revitalisasi Batang Arau masuk ke dalam agenda pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan Jerman yang akan segera digelar di Jakarta.
Fadly Amran mengungkapkan bahwa kajian teknis untuk penataan dan pembersihan sungai legendaris tersebut sebenarnya telah disusun oleh pihak Jerman. Namun, hingga saat ini, program besar tersebut masih tertahan dan belum memasuki tahap implementasi fisik.
“Kami berharap revitalisasi Sungai Batang Arau dapat menjadi salah satu poin pembahasan dalam pertemuan bilateral mendatang. Hal ini sangat penting untuk mendorong realisasi kerja sama yang lebih konkret,” tegas Fadly.
Berdasarkan rekomendasi strategis dari lembaga kerja sama internasional Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), solusi utama pemulihan sungai ini adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat.
Teknologi yang diusulkan adalah Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), sebuah sistem mutakhir yang memanfaatkan media plastik khusus (carrier) sebagai tempat tumbuh kembang bakteri pengurai polutan. Keunggulan sistem ini adalah efisiensinya dalam mengolah limbah serta rancangan perpipaan yang terpisah sepenuhnya dari saluran drainase air hujan, sehingga mencegah pencemaran kembali ke badan sungai.
Merespons aspirasi tersebut, Sekjen Kemlu RI, Denny Abdi, menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan Pemko Padang di forum diplomatik.
“Kami akan menindaklanjuti dan mendorong agar isu ini menjadi bagian dari agenda pembahasan bilateral Indonesia–Jerman. Isu lingkungan seperti revitalisasi sungai memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kerangka kerja sama kedua negara,” ujar Denny.
Langkah diplomasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan ekosistem Batang Arau, sekaligus memperkuat daya tarik wisata sejarah dan maritim di Kota Padang. (red)












