PAYAKUMBUH, POLIKATA.COM – Senyum bahagia terpancar dari wajah ratusan warga Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, pada Senin (13/4/2026). Bertempat di halaman kantor lurah setempat, Pemerintah Kota Payakumbuh secara simbolis mulai menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam jumlah besar untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yasrizal, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada 466 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut. Penyerahan ini menandai dimulainya distribusi besar-besaran untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Dalam sambutannya, Yasrizal menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Program yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (BAPANAS) ini bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai penyedia stok dan Pemerintah Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan sebagai eksekutor penyaluran.
“Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan pangan bagi warga, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan menekan angka inflasi di tingkat daerah,” ujar Yasrizal di hadapan para penerima manfaat.
Data Akurat, Distribusi Tepat Sasaran
Angka bantuan kali ini tergolong masif. Total bantuan untuk seluruh Kota Payakumbuh mencapai 272.560 kilogram beras dan 54.512 liter minyak goreng. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial RI, tercatat sebanyak 13.628 KK di Payakumbuh berhak menerima bantuan ini.
“Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan jatah dua bulan sekaligus, yakni 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Kami ingin memastikan kualitas pangan yang diterima warga adalah kualitas terbaik dari Bulog,” tambah Yasrizal.
Acara penyaluran ini juga dihadiri oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Bukittinggi, sejumlah kepala OPD, Camat Payakumbuh Utara, serta seluruh lurah se-Kecamatan Payakumbuh Utara. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mengawal agar bantuan sampai ke tangan yang tepat tanpa kendala administratif.
Khusus untuk Kelurahan Tigo Koto Diate, proses penyaluran berjalan tertib. Warga terlihat antusias namun tetap teratur saat mengantre giliran untuk membawa pulang kebutuhan pokok mereka. Program ini diharapkan dapat menjadi “napas lega” bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan di pasar. (red)












