JAKARTA, POLIKATA.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan seluruh subholding, Rabu (1/4/2026). Rapat ini membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2025 serta roadmap pengembangan usaha tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan peran BUMN sektor konstruksi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Dalam rapat tersebut, Komisi VI DPR RI menerima penjelasan resmi SIG terkait capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus strategi bisnis yang disiapkan untuk menghadapi dinamika industri semen nasional dan global pada 2026. Andre Rosiade menegaskan, penguatan kinerja BUMN konstruksi harus menjadi prioritas karena sektor ini berperan langsung menopang percepatan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Komisi VI juga meminta SIG meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor konstruksi melalui program pelatihan dan sertifikasi tenaga ahli bangunan di berbagai provinsi. Langkah ini dinilai penting sebagai kontribusi konkret dalam menyiapkan kapasitas nasional menuju agenda Indonesia Emas,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Selain itu, Andre Rosiade menekankan pentingnya penyusunan roadmap bisnis jangka pendek dan jangka panjang yang lebih komprehensif dan terukur. Roadmap tersebut nantinya akan dibahas lebih mendalam melalui forum Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi VI DPR RI agar arah pengembangan perusahaan benar-benar selaras dengan strategi pembangunan nasional.
Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI juga menegaskan bahwa target Return on Assets (ROA) yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto berlaku mengikat bagi seluruh BUMN, termasuk SIG. Andre menilai disiplin terhadap target kinerja menjadi indikator penting profesionalitas dan akuntabilitas korporasi negara dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.
“Komisi VI DPR RI turut mengingatkan SIG agar mengantisipasi potensi kenaikan harga batu bara di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurut Andre, kesiapan strategi energi dan efisiensi biaya produksi menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas kinerja perusahaan di tengah tekanan eksternal,” kata Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Sebagai tindak lanjut rapat, Komisi VI DPR RI meminta SIG menyampaikan jawaban tertulis secara lengkap dan komprehensif paling lambat tujuh hari kerja atas seluruh pertanyaan, pandangan, dan masukan yang disampaikan anggota dewan selama rapat berlangsung.
Menutup rapat, Andre Rosiade menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra beserta jajaran subholding atas pemaparan yang disampaikan, sekaligus menegaskan komitmen Komisi VI DPR RI untuk terus mengawal kinerja BUMN strategis agar semakin kuat, adaptif, dan berkontribusi maksimal bagi pembangunan nasional. (*)











