SOLOK, POLIKATA.COM — Pemulihan fasilitas pemerintahan yang terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok terus dikebut. Melalui Operasi Aman Nusa II, Satuan Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan 54 personel untuk membantu membersihkan Kantor DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Senin (28/9/2026).
Puluhan personel Tim 1 SAR Satbrimob Polda Sumbar tersebut dipimpin Iptu Riska Efki. Mereka melakukan pembersihan di sejumlah bagian lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Solok yang terdampak material banjir bandang.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan fasilitas perkantoran agar dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik mengatakan, personel Brimob terus disiagakan untuk membantu penanganan dampak bencana sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Setelah bencana, proses pemulihan menjadi bagian penting yang harus kita dukung bersama. Personel Brimob kami kerahkan untuk membantu membersihkan fasilitas pemerintahan yang terdampak sehingga dapat segera kembali digunakan,” ujar Lukman.
Menurutnya, keterlibatan personel tidak hanya dilakukan pada tahap tanggap darurat, tetapi juga berlanjut dalam proses pemulihan sarana dan fasilitas yang terdampak bencana.
“Kehadiran personel di lokasi bencana tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan sarana dan fasilitas yang terdampak,” katanya.
Salurkan 435 Galon Air Bersih
Selain membersihkan fasilitas pemerintahan, Satbrimob Polda Sumbar juga terus memberikan dukungan kebutuhan dasar masyarakat dan personel yang masih bertugas di wilayah terdampak.
Melalui kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment, Satbrimob menyediakan dan menyalurkan air bersih bagi warga serta petugas di lokasi bencana.
Pada Jumat (25/9/2026), sebanyak 120 galon air bersih kembali disalurkan ke wilayah terdampak. Dengan tambahan tersebut, total air bersih yang telah disalurkan melalui Ransus Water Treatment mencapai 435 galon.
Lukman mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap bencana.
“Kami terus berupaya memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat dan petugas di lapangan. Melalui Ransus Water Treatment, kami menyediakan air bersih agar kebutuhan dasar warga maupun personel yang melaksanakan tugas dapat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, personel Satbrimob terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Dalam situasi bencana, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian bersama. Polda Sumbar melalui Satbrimob terus hadir memberikan dukungan, termasuk penyediaan air bersih, sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat dan petugas di lapangan,” kata Susmelawati.
Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari Polri, pemerintah daerah, TNI, Basarnas, relawan hingga masyarakat.
Polda Sumbar, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap penanganan dan pemulihan sesuai kebutuhan di lokasi bencana. Bantuan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak serta kelancaran tugas personel di lapangan.
Susmelawati menambahkan, pemulihan fasilitas pemerintahan menjadi bagian penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
“Polri hadir untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah melewati setiap tahapan penanganan bencana, termasuk pada tahap pemulihan. Pembersihan fasilitas pemerintahan ini merupakan bagian dari upaya bersama agar aktivitas pelayanan dapat kembali berjalan,” ujarnya.
Melalui Operasi Aman Nusa II, Satbrimob Polda Sumbar memastikan dukungan terhadap penanganan pascabencana di Kabupaten Solok terus dilakukan sesuai kebutuhan. Selain membantu pemulihan fasilitas umum dan pemerintahan, dukungan kebutuhan dasar seperti air bersih juga menjadi perhatian selama proses pemulihan berlangsung. (*)










