BeritaHeadlineNasional

Mary Jane Veloso Bebas Setelah 15 Tahun, Pemerintah Filipina Siapkan Pendampingan

×

Mary Jane Veloso Bebas Setelah 15 Tahun, Pemerintah Filipina Siapkan Pendampingan

Sebarkan artikel ini
Mary Jane Veloso Bebas, Pemerintah Filipina Siapkan Pendampingan Penuh
MARY JANE VELOSO — Mary Jane Veloso akhirnya bebas setelah mendapat pengampunan mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. Pemerintah Filipina menyiapkan pendampingan penuh untuk membantu proses reintegrasinya bersama keluarga. (FOTO: Dok/AP)

MANILA, POLIKATA.COM — Mary Jane Veloso, mantan terpidana mati asal Filipina yang hampir 15 tahun menjalani hukuman di Indonesia dalam perkara narkotika, akhirnya menghirup udara bebas setelah Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memberikan pengampunan mutlak kepadanya.

Pemerintah Filipina memastikan Mary Jane

tidak akan menjalani masa awal kebebasannya seorang diri. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) menyiapkan pendampingan menyeluruh bagi Mary Jane beserta keluarganya untuk membantu proses reintegrasi ke tengah masyarakat.

Menteri DMW Hans Leo Cacdac memerintahkan timnya berkoordinasi langsung dengan keluarga Mary Jane di Nueva Ecija setelah pembebasannya pada Sabtu dini hari.

“Instruksi kami jelas: DMW harus bahu-membahu mendampingi Mary Jane, anak-anaknya, dan orang tuanya saat mereka menata kembali kehidupan mereka,” kata Cacdac dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi pemerintah Filipina, Minggu (27/9/2026).

Tim DMW yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama dengan keluarga Veloso serta pemangku kepentingan setempat. Mereka akan menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga tersebut.

Program itu mencakup intervensi di tingkat keluarga dan masyarakat dengan tujuan membantu Mary Jane kembali produktif serta membangun kemandirian dalam jangka panjang.

Selain pendampingan sosial, DMW bersama Overseas Workers Welfare Administration (OWWA) mengupayakan sejumlah layanan, antara lain konseling psikososial, bantuan awal untuk mata pencaharian, dukungan modal usaha, serta pelatihan keterampilan.

Baca Juga  Rompi Pink untuk Petinggi BGN: Modus Dadan Hindayana Kuras Miliaran Rupiah per Hari Lewat Yayasan Mitra Terbongkar

Pemerintah juga akan menghubungkan usaha yang akan dijalankan Mary Jane dengan koperasi lokal dan peluang ekonomi di Nueva Ecija.

“Reintegrasi bukan sekadar soal pulang ke rumah—ini tentang memulihkan martabat, memastikan kemandirian finansial, dan memampukan Mary Jane untuk berkontribusi bagi komunitas serta perekonomian setempat,” ujar Cacdac.

Ingin Berkumpul dengan Keluarga

Mary Jane bersama keluarganya menggelar konferensi pers di Siena College, Quezon City, pada Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Marcos atas pemberian pengampunan tersebut.

Untuk sementara, Mary Jane mengatakan ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, beristirahat, serta mengunjungi gereja di kampung halamannya.

“Kami ingin fokus mempererat kebersamaan keluarga terlebih dahulu, lalu makan bersama seluruh anggota keluarga di Nueva Ecija,” kata Mary Jane.

Ia juga menyampaikan pesan kepada pihak yang merekrutnya agar mengungkapkan fakta mengenai perkara yang menjeratnya. Mary Jane selama ini menyatakan dirinya tidak bersalah dan mengaku menjadi korban perdagangan manusia.

“Tolong katakan saja yang sebenarnya bahwa saya benar-benar tidak bersalah. Satu keinginan saya lainnya adalah berkumpul kembali dengan keluarga, dan itu sudah terwujud,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas, Ajak Warga Rayakan Idulfitri dalam Kebersamaan

Ditangkap di Yogyakarta

Mary Jane ditangkap aparat di Yogyakarta pada 2010. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati setelah aparat menemukan sekitar 2,6 kilogram heroin di dalam kopernya.

Sejak awal perkara, Mary Jane konsisten menyatakan tidak bersalah. Ia mengaku menjadi korban perdagangan manusia dan ditipu oleh perekrutnya untuk membawa sebuah koper tanpa mengetahui isi di dalamnya.

Eksekusinya yang sempat dijadwalkan pada 2015 ditunda pada saat-saat terakhir setelah pemerintah Filipina meminta Indonesia tidak melaksanakan eksekusi. Penundaan itu berkaitan dengan kebutuhan Mary Jane untuk memberikan kesaksian dalam perkara yang melibatkan pihak yang diduga merekrut dan memperdagangkannya.

Setelah melalui proses diplomatik Indonesia-Filipina terkait pengaturan pemindahan tahanan, Mary Jane dipulangkan ke Manila pada Desember 2024.

Ia kemudian ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita di Kota Mandaluyong untuk menjalani sisa masa hukumannya di bawah yurisdiksi Filipina.

Kini, setelah mendapatkan pengampunan mutlak dari Presiden Marcos, Mary Jane resmi bebas. Pemerintah Filipina menyatakan pendampingan akan difokuskan agar proses kepulangannya ke keluarga sekaligus kembali ke kehidupan masyarakat dapat berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. (*)