PASAMAN BARAT, POLIKATA.COM — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak 2026 di Kecamatan Lembah Melintang berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Monitoring dilakukan langsung Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan bersama Anggota DPRD Pasaman Barat Nefri, staf ahli, sejumlah kepala OPD, serta pemangku kepentingan terkait, Sabtu (26/9/2026).
Lembah Melintang menjadi lokasi pelaksanaan Pilwana Badunsanak sesi keempat setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Sungai Beremas, Ranah Batahan, dan Koto Balingka.
Di Kecamatan Lembah Melintang, pemilihan berlangsung di 60 TPS yang tersebar pada delapan nagari. Untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai ketentuan, rombongan Pemkab Pasaman Barat meninjau langsung delapan TPS yang mewakili masing-masing nagari.
TPS yang dipantau meliputi TPS 02 Nagari Salido Saroha dengan 336 pemilih dalam DPT; TPS 05 Nagari Koto Gunung Ujung Gading sebanyak 432 pemilih; TPS 02 Nagari Koto Sawah Ujung Gading sebanyak 559 pemilih; TPS 05 Nagari Taluk Ambun sebanyak 625 pemilih; TPS 04 Nagari Barastagi sebanyak 875 pemilih; TPS 02 Nagari Tampus Damai sebanyak 466 pemilih; TPS 05 Nagari Situak Ujung Gading sebanyak 547 pemilih; serta TPS 01 Nagari Kuamang Alai dengan 641 pemilih.
Monitoring tersebut tidak hanya untuk melihat kelancaran proses pemungutan suara, tetapi juga memastikan tingkat partisipasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul dalam penerapan sistem e-voting.
“Pada hari ini kita telah menjalankan tugas monitoring dari kabupaten. Dan di titik ini, ini telah nagari terakhir dari delapan nagari yang melaksanakan Pilwana,” kata M. Ihpan saat berada di lokasi peninjauan terakhir.
Menurutnya, Pilwana Badunsanak tahun ini memiliki pola berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang menggunakan metode pencoblosan secara konvensional. Sistem e-voting menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam monitoring Pemkab Pasaman Barat.
“Kita memiliki pola baru, dalam artian pemilihan melalui e-voting. Selama ini kita melakukan pemilihan melalui coblos dan pencoblosan. Dan kita memiliki kendala boleh dikatakan hampir tidak ada,” ujarnya.
Ihpan mengatakan, penerapan e-voting sejauh monitoring dilakukan mendapat respons positif dari masyarakat. Pemerintah daerah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan Pilwana pada masa mendatang.
“Masukan dari masyarakat terhadap sistem e-voting sangat baik,” katanya.
Lebih lanjut, Ihpan menegaskan, dari hasil pemantauan di delapan nagari di Kecamatan Lembah Melintang, pihaknya belum menemukan laporan terkait pelanggaran dalam pelaksanaan Pilwana.
“Kendala dan laporan pelanggaran sejauh ini tidak ada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak. Menurutnya, pilihan masyarakat dalam Pilwana akan berpengaruh terhadap arah pembangunan dan pemerintahan nagari untuk periode mendatang.
“Kita berharap kepada masyarakat, terkhusus nagari-nagari, untuk ke depannya kemajuan nagari ini tergantung dari masyarakat, mulai dari hak pilih. Karena inilah yang akan menentukan delapan tahun ke depannya maju mundurnya nagari tersebut,” tuturnya.
Ihpan menekankan, pemimpin nagari yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mendorong kemajuan nagari.
“Kalau kita salah pilih hari ini, akan berdampak di delapan tahun ini. Tapi apabila pemilihan ini sangat bagus dan pemenangnya pun sangat ingin memperjuangkan masyarakat, alhamdulillah kemajuan di nagari-nagari tersebut insyaallah bukan sebuah mimpi, tetapi sebuah kenyataan,” pungkasnya. (*)






