PADANG, POLIKATA.COM — Menunaikan ibadah haji tidak harus menunggu memasuki usia pensiun. Persiapan menuju Baitullah justru dinilai perlu dilakukan sejak usia produktif agar beban finansial lebih ringan dan calon jemaah memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri.
Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang diikuti hampir 100 insan PT Semen Padang Group itu memberikan pembekalan mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan dana haji, hingga pemanfaatan layanan digital untuk memantau perkembangan dana dan estimasi keberangkatan.
Pembekalan tersebut dinilai penting mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Sumatera Barat saat ini mencapai sekitar 26 tahun. Dengan masa tunggu yang panjang, calon jemaah diharapkan tidak hanya menyiapkan dana pendaftaran, tetapi juga mempersiapkan kesehatan, fisik, administrasi, serta pengetahuan tentang pelaksanaan ibadah haji.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan BPKH Apps. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau nilai manfaat, perkembangan dana, serta informasi terkait estimasi keberangkatan secara digital.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian, Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat Muhammad Rifki, serta Direktur Utama PT Semen Padang yang diwakili Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris.
Bagi peserta, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. Karyawan juga memperoleh kemudahan untuk langsung memulai langkah awal dengan membuka rekening haji di lokasi acara.
Salah seorang karyawan PT Semen Padang, Roni Putra, mengaku sosialisasi tersebut menjawab sejumlah keraguan yang selama ini membuatnya belum memulai tabungan haji.
Menurutnya, materi yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi disertai fasilitas yang memungkinkan peserta langsung mengambil langkah untuk mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.
“Ini menjadi motivasi bagi saya dan keluarga untuk segera memulai langkah menuju Baitullah,” ujarnya.
Mulai dari Awal Karier
Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian mengatakan, persiapan haji sebaiknya dimasukkan dalam perencanaan keuangan keluarga sejak seseorang mulai memasuki dunia kerja.
Menurut dia, menabung untuk haji tidak harus menunggu hingga mendekati masa purna bakti. Dengan perencanaan sejak awal, dana untuk pendaftaran maupun kebutuhan lainnya dapat dialokasikan secara bertahap sesuai kemampuan.
“Perencanaan haji sebaiknya menjadi bagian dari manajemen keuangan keluarga sejak awal karier,” kata Roni.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, edukasi seperti ini memberikan ruang bagi karyawan untuk memperoleh informasi sekaligus berkonsultasi langsung dengan pihak yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan keuangan haji.
Hal senada disampaikan Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris yang hadir mewakili Direktur Utama. Ia menyambut positif kolaborasi tersebut karena dapat membantu meningkatkan kesiapan mental dan finansial pekerja dalam merencanakan ibadah haji.
Masa Tunggu Jadi Waktu Persiapan
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat Muhammad Rifki menyebutkan, jumlah pendaftar haji di Sumatera Barat telah mencapai lebih dari 107 ribu orang. Kondisi tersebut turut membuat masa tunggu keberangkatan menjadi panjang.
Namun, masa tunggu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh.
“Persiapan bukan hanya soal finansial, tetapi juga fisik, kesehatan, administrasi dan pemahaman tata cara ibadah,” jelasnya.
Ia berharap insan Semen Padang Group yang mengikuti kegiatan literasi tersebut dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
Dari sisi pengelolaan dana haji, Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menjelaskan komitmen BPKH dalam mengelola dana haji secara aman, profesional dan transparan.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian Safari Haji “Tahari: Langkah Pasti Menuju Baitullah” yang digelar bersama mitra terkait.
Menurutnya, pengelolaan dana secara optimal diharapkan dapat memberikan nilai manfaat selama masa tunggu. Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk mendaftar lebih awal sehingga ketika tiba waktunya berangkat, calon jemaah berada pada kondisi yang lebih prima.
Materi teknis dalam kegiatan tersebut turut disampaikan Deputi Bidang Penghimpunan BPKH Juni Suprianto, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj Sumbar Yudi Hidayat, serta Silvia Neli dari Grup Pemasaran Bank Nagari.
Melalui kolaborasi BPKH, Kementerian Haji dan Umrah, Bank Nagari dan PT Semen Padang tersebut, masa tunggu keberangkatan haji diarahkan menjadi periode persiapan yang terencana. Dengan demikian, calon jemaah tidak hanya menunggu jadwal keberangkatan, tetapi dapat memanfaatkan waktu untuk membangun kesiapan finansial, fisik dan spiritual menuju Tanah Suci. (*)












