PADANG, POLIKATA.COM— ‎ PT Semen Padang mengerahkan lima personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu penanganan bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.
Kelima personel tersebut diberangkatkan pada Selasa (22/9/2026) untuk melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat dan keluarga korban yang terdampak bencana. Hasil identifikasi selanjutnya akan dilaporkan kepada manajemen PT Semen Padang sebagai dasar penentuan dukungan kemanusiaan berikutnya.
Pengiriman personel TRC tersebut dilepas Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes bersama Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris.
Hernes meminta seluruh personel mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan selama berada di lokasi bencana. Menurutnya, kondisi pascabencana dapat berubah sewaktu-waktu sehingga koordinasi dan keselamatan harus menjadi perhatian utama.
“Kita belum tahu situasi seperti apa dan tantangan yang akan dihadapi di lapangan. Kita berangkat ke sana untuk misi kemanusiaan. Setiap pundak Tim TRC membawa harapan bagi masyarakat yang terdampak,” kata Hernes.
Sementara itu, Idris mengatakan pengerahan TRC merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, Direktur Utama PT Semen Padang memerintahkan agar relawan segera dikirim ke lokasi setelah mendapat informasi mengenai galodo yang melanda wilayah Kabupaten Solok.
“Tadi pagi Pak Dirut langsung memerintahkan kami untuk segera mengirimkan relawan TRC ke lokasi bencana galodo di Kabupaten Solok. Beliau juga menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi di Kayu Aro itu merupakan duka kita bersama,” ujar Idris.
Lima personel yang ditugaskan terdiri atas Komandan Regu Saparudin serta anggota Syafrizal, Kamaldi, M. Hosen, dan Indra YB. Mereka dibekali alat pelindung diri (APD) serta sejumlah peralatan untuk mendukung kegiatan penanganan dan pembersihan di lokasi terdampak.
Setibanya di lokasi, tim akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan unsur terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi terkini sekaligus menentukan pembagian tugas.
“Koordinasi penting agar dukungan yang diberikan berjalan sejalan dengan penanganan yang dilakukan unsur terkait di lokasi bencana. Dengan demikian, keberadaan personel TRC dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar diperlukan masyarakat,” kata Idris.
Banjir bandang yang terjadi Senin malam tersebut membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu. Material tersebut berdampak pada sejumlah titik di kawasan Arosuka dan mengganggu akses jalan.
Berdasarkan informasi awal, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Upaya pencarian korban menjadi salah satu fokus penanganan di lokasi.
Tim TRC Semen Padang selanjutnya akan menyesuaikan perannya berdasarkan hasil koordinasi dengan unsur terkait, termasuk membantu memenuhi kebutuhan yang muncul selama proses penanganan bencana berlangsung. (*)












