PADANG, POLIKATA.COM— SMP Negeri 17 Padang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memprakarsai pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).
Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih efektif, interaktif, dan terstruktur. Melalui LMS, berbagai aktivitas pembelajaran dapat dikelola secara digital, mulai dari penyampaian materi hingga pemberian tugas dan evaluasi siswa.
Kepala SMPN 17 Padang, Suryati, mengatakan pengembangan LMS merupakan bagian dari upaya sekolah melakukan digitalisasi sistem pengelolaan pembelajaran.
“LMS ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan aktivitas pembelajaran secara digital. Melalui sistem ini, guru dapat menyampaikan materi, memberikan tugas dan kuis, serta memantau perkembangan siswa secara terdokumentasi,” ujar Suryati.
Sebagai tahap awal penerapan aplikasi tersebut, SMPN 17 Padang menggelar pelatihan penggunaan LMS pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan itu menghadirkan dua narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, yakni Pranata Komputer Erima Oneto dan Rahul Ardiva Luthfi.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mempraktikkan penggunaan berbagai fitur yang tersedia, tetapi juga memberikan masukan untuk penyempurnaan aplikasi.
Sejumlah usulan yang dihimpun antara lain penambahan fitur untuk mengunggah materi berupa audio dan video, fitur pemantauan siswa yang telah membaca materi, pengingat tugas, hingga fasilitas ekspor nilai ke dalam format Excel.
Menurut Suryati, berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi sekolah dalam mengembangkan LMS agar semakin sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.
Ia berharap pengembangan aplikasi dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran di tengah perkembangan teknologi digital.
“SMPN 17 Padang akan terus berinovasi dan bertransformasi menuju pembelajaran yang semakin digital demi menghadirkan proses belajar yang optimal,” pungkasnya. (*)






