SOLSEL, POLIKATA.COM – Memasuki bulan kelima tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai memacu “mesin” birokrasinya lebih kencang. Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, memberikan instruksi keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengoptimalkan kinerja yang dinilai masih belum mencapai target maksimal.
Dalam Apel Gabungan ASN di Padang Aro, Senin (4/5/2026), Yulian Efi menegaskan bahwa waktu tidak lagi berpihak pada aparatur yang lamban.
Ia menyoroti tiga poin krusial yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat: penyelesaian temuan BPK, percepatan proyek fisik, dan evaluasi PAD.
Pasca exit meeting dengan BPK RI pekan lalu, Wabup menginstruksikan seluruh jajaran untuk tidak menunda penyelesaian administrasi maupun temuan lapangan.
“Sejumlah tunggakan harus segera diselesaikan secara tuntas. Saya minta Inspektorat mengawal ketat proses ini agar tidak menjadi beban di akhir tahun,” tegas Yulian di hadapan ratusan ASN.
Realisasi Fisik dan PAD Masih LemahSorotan tajam juga diarahkan pada capaian pekerjaan fisik dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I, progres di lapangan ternyata belum memenuhi ekspektasi.
Mengingat saat ini sudah memasuki bulan Mei, Yulian memperingatkan bahwa keterlambatan di awal tahun akan berdampak sistemik pada serapan anggaran dan kualitas pembangunan bagi masyarakat.
“Bagi OPD yang menangani kegiatan fisik, segera optimalkan pelaksanaan. Jangan tunggu waktu mepet. Begitu juga dengan PAD, lakukan evaluasi menyeluruh. Kita harus tahu di mana sumbatannya,” imbuhnya.
Di akhir arahannya, Yulian kembali mengingatkan bahwa peran OPD bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan menjadi mesin penggerak percepatan program pembangunan daerah.
Ia meminta para Asisten, Staf Ahli, hingga Kepala OPD untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan internal di unit kerja masing-masing.
Apel ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi pratama dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, sebagai bentuk konsolidasi total menyambut target besar di sisa tahun anggaran 2026.












