BeritaHeadlineSumatera Barat

MTQ Nasional XXXI Berakhir, Sumbar Evaluasi Kafilah untuk Hadapi MTQ 2027

×

MTQ Nasional XXXI Berakhir, Sumbar Evaluasi Kafilah untuk Hadapi MTQ 2027

Sebarkan artikel ini
MTQ Nasional XXXI Berakhir, Sumbar Evaluasi Kafilah untuk Hadapi MTQ 2027
PENUTUPAN MTQN- Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi berfoto bersama jajaran LPTQ dan official Kafilah Sumbar seusai penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9/2026). Evaluasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi MTQ Nasional XXXII 2027 di DKI Jakarta. (FOTO: Dok. Humas Pemprov Sumbar)

SEMARANG, POLIKATA.COM — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, resmi berakhir. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi, meminta hasil keikutsertaan Sumbar dalam ajang nasional tersebut segera dievaluasi sebagai pijakan memperkuat pembinaan kafilah menghadapi MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 di DKI Jakarta.

Arry menyampaikan hal itu seusai menghadiri penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam (19/9/2026). Seusai acara, Arry langsung memimpin rapat koordinasi bersama Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Dharma Syafni, Kabag Bina Mental Spiritual Marwansyah, official Kafilah Sumbar, serta Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar.

Menurut Arry, hasil yang diraih Kafilah Sumbar harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tidak hanya menyangkut hasil perlombaan, tetapi juga pembinaan, kesiapan peserta, pola persiapan, hingga strategi menghadapi persaingan pada MTQ tingkat nasional.

“Kita perlu melakukan evaluasi. Semua kelemahan kita pada tahun ini akan kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk persiapan MTQ Nasional tahun depan,” ujar Arry.

Ia meminta LPTQ Sumbar segera menindaklanjuti evaluasi tersebut melalui rapat kerja. Langkah itu dinilai penting agar hasil MTQ Nasional XXXI tidak sekadar menjadi catatan prestasi, tetapi menjadi dasar menyusun pola pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Baca Juga  2 Pekan Ramadhan, Sejumlah Komoditas Pangan Turun Harga di Padang Panjang

“Kita minta LPTQ Sumbar segera melaksanakan rapat kerja untuk mengevaluasi hasil MTQ Nasional tahun ini,” tegasnya.

Arry menilai persiapan harus dilakukan sejak dini karena MTQ Nasional XXXII akan digelar di DKI Jakarta pada 2027. Waktu yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk memetakan potensi peserta, memperbaiki kelemahan, serta mematangkan pembinaan calon kafilah Sumbar.

Pada MTQ Nasional XXXI 2026, Kafilah Sumbar belum berhasil meraih juara umum. Namun, sejumlah peserta mampu mencatatkan prestasi pada beberapa cabang dan golongan.

Ari Saputra Rahmadani berhasil meraih Juara II Golongan Kaligrafi Digital Putra. Selain itu, sejumlah kafilah Sumbar juga meraih posisi juara harapan.

Mereka di antaranya Dzakiyah Talita Sakhi sebagai Harapan I Golongan 1 Juz Tilawah Putri, Muhammad Hafzan sebagai Harapan I Golongan Kaligrafi Dekorasi Putra, serta Siti Nur’aini sebagai Harapan I Golongan KTIQ Putri.

Prestasi lainnya diraih Fahmil Quran Putri sebagai Harapan II, Hamda Sakhia Dahlan sebagai Harapan II Golongan Tartil Putri, Rindu Annisa sebagai Harapan II Golongan Kaligrafi Kontemporer Putri, Syarhil Putri sebagai Harapan II, serta Sri Rahma Yul Insani sebagai Harapan III Golongan Kaligrafi Digital Putri.

Kaltim Juara Umum

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 resmi ditutup Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam. Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Agama dan dimeriahkan penampilan tari kolosal yang mengangkat keragaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga  21 PHD Dinyatakan Lolos Dampingi Jemaah Sumbar ke Tanah Suci, Berikut Daftar Namanya

Dalam perhelatan tersebut, Kalimantan Timur ditetapkan sebagai juara umum. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Selanjutnya, MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 akan dilaksanakan di DKI Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang dinilai berjalan tanpa kendala teknis maupun nonteknis yang berarti.

Ia menegaskan, penyelenggaraan MTQ tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, MTQ diharapkan menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Nasaruddin juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an, memperluas akses pembelajaran bagi penyandang disabilitas, memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak, serta memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI, Sumbar kini memiliki waktu untuk melakukan pembenahan dan mempersiapkan generasi kafilah berikutnya. Evaluasi menyeluruh dan penguatan pembinaan menjadi langkah awal menuju persiapan MTQ Nasional XXXII di Jakarta. (*)