PANDEGLANG, POLIKATA.COM — Harapan keluarga untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, dekat Gunung Anak Krakatau, terus menggantung. Hingga Sabtu (12/9/2026), memasuki hari kelima pencarian, keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.
Keluarga korban masih bertahan di Posko SAR Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sembari menunggu perkembangan terbaru dari tim pencarian dan pertolongan.
Salah seorang keluarga korban, Mansyur Suryana, ayah jurnalis LKBN Antara Muhammad Bagus Khoirunnas, berharap Presiden Prabowo Subianto dapat datang langsung ke posko untuk melihat proses pencarian sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga.
“Hari kelima belum ada titik terang. Hari ke hari begini-begini saja. Saya berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden Bapak Gibran datang,” kata Mansyur di Posko SAR Carita, Sabtu (12/9/2026)
Menurut Mansyur, sejumlah pejabat daerah telah datang dan ikut memberikan perhatian terhadap proses pencarian. Ia mengapresiasi keterlibatan Kapolda Banten dan Gubernur Banten dalam penanganan pencarian tersebut.
Namun, keluarga berharap pemerintah pusat juga hadir secara langsung. Kehadiran Presiden, Wakil Presiden maupun menteri terkait dinilai dapat memberikan semangat kepada keluarga sekaligus membuka peluang adanya langkah atau terobosan baru dalam operasi pencarian.
“Saya berharap Bapak Presiden atau Wakil Presiden, atau menteri datang ke sini melihat perkembangan pencarian. Di sini ada keluarga-keluarga dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang membutuhkan semangat,” ujarnya.
Berharap Anaknya Segera Ditemukan
Sebagai orangtua, Mansyur mengaku tidak menginginkan apa pun selain anaknya segera ditemukan. Ia mengatakan kehadiran langsung pejabat negara di tengah keluarga korban setidaknya dapat memberikan penguatan moral di tengah ketidakpastian.
“Saya itu sebagai rakyat yang jadi korban. Anak saya menjadi wartawan ingin mengabdikan diri untuk negara, untuk bangsa, untuk kesejahteraan juga, dengan risiko apa pun,” tuturnya.
Mansyur juga mengenang Bagus sebagai sosok yang memiliki karier baik sebagai pewarta foto. Menurutnya, Bagus merupakan anak semata wayangnya yang dikenal produktif, berkepribadian baik, dan humoris.
Karya jurnalistik Bagus, kata Mansyur, telah digunakan oleh berbagai pihak. Bahkan, salah satu karya fotonya pernah digunakan dan diunggah melalui akun Instagram resmi Presiden Prabowo.
“Anak saya itu pewarta foto produktif, karyanya sudah dipakai di mana-mana, termasuk dipakai oleh Presiden Prabowo, di-upload di Instagram Presiden,” katanya.
Mansyur berharap pencarian terhadap Bagus bersama tujuh orang lainnya terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan.
Hilangnya rombongan tersebut terjadi setelah lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan. Dalam perkembangan operasi pencarian, tim SAR telah memperluas penyisiran ke sejumlah wilayah perairan dan pulau di sekitar kawasan tersebut.
Helikopter Dikerahkan Cari 8 Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Sementara itu, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda. Memasuki hari kelima operasi pencarian, upaya penyisiran diperluas dengan mengerahkan helikopter untuk memantau wilayah dari udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pengerahan Helikopter HR-3604 menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat operasi pencarian, terutama dalam memperluas jangkauan pemantauan terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.
“Pengerahan Helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara. Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” kata Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).
Helikopter tersebut membawa enam personel awak, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Dalam penerbangan tersebut tidak terdapat penumpang.
Menurut Al Amrad, dukungan dari udara memiliki peran penting dalam operasi SAR karena memungkinkan petugas menjangkau wilayah yang luas sekaligus melakukan pemantauan dari sudut pandang berbeda.
“Dukungan udara menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pencarian, terutama untuk menjangkau wilayah yang luas dan melakukan pemantauan dari perspektif yang berbeda,” ujarnya.
Laut Dibagi Enam Sektor
Memasuki hari kelima, tim SAR kembali memperluas wilayah operasi. Untuk pencarian melalui jalur laut, petugas membagi area penyisiran ke dalam enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y.
Total wilayah pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi. Sementara pencarian dari udara difokuskan di Sektor H dengan cakupan wilayah sekitar 2.063 nautical mile persegi.
“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” kata Al Amrad.
Perluasan sektor pencarian tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan tanda-tanda keberadaan korban, mengingat hingga hari kelima belum ada kepastian mengenai posisi delapan orang yang dinyatakan hilang.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru atau orang yang terkait dengan perjalanan kapal dan lima jurnalis.
Mereka adalah Warta (55), yang merupakan kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); serta Heriyanto (49), yang berperan sebagai pemandu atau guide.
Sementara lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal yang berstatus sebagai jurnalis freelance.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang ketika hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Perairan Selat Sunda.
Hingga memasuki hari kelima, tim SAR gabungan masih mengerahkan berbagai unsur untuk menyisir wilayah laut dan udara. Operasi pencarian terus diperluas dengan harapan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang tersebut segera ditemukan. (*)












